Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Koster Ingatkan Wisman Taati Prokes

0
139
Gubernur Bali Wayan Koster jumpa pers pembukaan penerbangan interansional di Bandara Ngurah Rai, Kamis 14 Oktober 2021.
Gubernur Bali Wayan Koster jumpa pers pembukaan penerbangan interansional di Bandara Ngurah Rai, Kamis 14 Oktober 2021.

BADUNG – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai resmi kembali membuka penerbangan internasional mulai, Kamis 14 Oktober 2021.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, ketentuan yang mengatur wisatawan berkaitan dengan persyaratan keberangkatan, keimigrasian, kedatangan, karantina, dan aktivitas selama berwisata di Bali diatur melalui Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-03.GR.01.05 Tahun 2021, serta Protokol Kesehatan Covid-19 Provinsi Bali.

“Selama berwisata dan berada di Bali, wisatawan berkewajiban menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bali, berperilaku tertib dan disiplin, serta menghormati dan mentaati peraturan perundang-undangan. Pemerintah Provinsi Bali akan menindak tegas pelanggaran yang dilakukan oleh setiap wisatawan,”ujar Wayan Koster saat konferensi pers di Bandara Ngurah Rai, Kamis 14 Oktober 2021.

Mengawali pembukaan wisatawan mancanegara, pemerintah memutuskan baru 19 negara yang diperbolehkan masuk Bali, yaitu Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria dan Norwegia. “Negara yang diperbolehkan masuk Bali dengan risiko Covid-19 rendah di level 1 dan level 2, positif rate kurang dari 5 % sesuai standar WHO dan menerapkan kebijakan sama-sama membuka prinsip timbal balik/reciprocal,”ungkap Koster.

BACA JUGA:   Ngerem di Jalan Miring, Truk Angkut Beras Bantuan Terguling

Adapun persyaratan keberangkatan yaitu sudah melaksanakan dua kali vaksinasi, hasil negatif uji Swab PCR, H-3 sebelum keberangkatan, mengisi Aplikasi e-HAC Internasional yang diintegrasikan dengan aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi Love Bali, serta memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal USD 100.000 yang mencakup pembiayaan penanganan Covid-19.

“Persyaratan setiap kedatangan harus menunjukkan dokumen yang sudah terisi lengkap sesuai aplikasi e-HAC, persyaratan keimigrasian, dan mengikuti uji Swab PCR. Waktu menunggu hasil uji Swab PCR sekitar 1 jam,”beber Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Sembari menunggu hasil uji Swab PCR, wisatawan berada di zona yang telah ditentukan oleh Otoritas Bandara dan tidak diizinkan keluar. Bila hasil positif (tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat), wisatawan menjalani perawatan atau isolasi di rumah sakit yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menjalani perawatan atau isolasi. Sebaliknya, wisatawan dengan hasil negatif dibawa ke hotel untuk menjalani karantina selama lima hari.

BACA JUGA:   Jerinx SID Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Begitu juga selama mengikuti karantina, wisatawan hanya boleh beraktivitas di wilayah Hotel. Pada hari ke-4, mengikuti uji Swab PCR. Bila hasil positif (tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat), wisatawan akan dibawa ke Rumah Sakit yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menjalani perawatan atau isolasi. Bila hasil negatif, wisatawan bisa pindah Hotel dan melakukan aktivitas ke destinasi wisata.

Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan 35 hotel untuk karantina dan penginapan bagi wisatawan yang telah memiliki sertifikat standar CHSE. Selama berada di Bali, wisatawan berkewajiban mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan peraturan perundang-undangan dengan tertib dan disiplin. Biaya uji Swab PCR, isolasi atau perawatan di Rumah Sakit, dan karantina di Hotel menjadi tanggung jawab wisatawan. Wisatawan berkewajiban menggunakan sarana transportasi yang telah ditentukan oleh Hotel dengan persyaratan standar CHSE.

BACA JUGA:   Ikut Prosesi Pemakaman Anak Positif Corona, 38 Warga Rapid Test

Dengan tertib dan disiplinnya penerapan protokol kesehatan, Koster berharap pandemi Covid-19 tidak ada peningkatan kasus baru sehingga dapat memberi kepercayaan masyarakat nasional maupun internasional terhadap penanganan Covid-19 di Pulau Dewata. “Hal ini merupakan modal yang sangat penting bagi kenyamanan dan keamanan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali,”ungkapnya.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, pada intinya menekankan penanganan Covid-19 dengan baik agar dibukanya wisatawan mancanegara tidak menimbulkan klaster kasus baru Covid-19 di Bali. Astungkara, dengan kesadaran dan tanggung jawab kita bersama, aktivitas pariwisata dapat berlangsung, tapi dapat mengendalikan Pandemi Covid-19 agar pariwisata dan perekonomian Bali segera pulih dan bangkit kembali,”tandasnya. (arn,dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + 10 =