Kresna Budi Sarankan Karantina Ganti Asuransi

0
521
Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi sorot kebijakan karantina syarat penerbangan internasional Bali

BULELENG – Pembukaan penerbangan internasional ke Bali, merupakan peluang sekaligus tantangan yang mesti dicermati dan disikapi secara matang sehingga tidak muncul kesan, Masuk Bali Karantina ? Melihat karateristik serta waktu kunjungan wisatawan manca negara (Wisman) maupun wisatawan nusantara (Wisnu) yang rata-rata 4 hari 3 malam, kebijakan wajib karantina tentu tak sejalan dengan semangat pembukaan penerbangan Bali, Kamis, 14 Oktober 2021 mendatang.

“Pembukaan penerbangan internasional ini sebagai bagian dari upaya pemerintah menyelamatkan dan membangkitkan kembali perekonomian Bali yang terpuruk selama dua tahun terakhir akibat Pandemi Covid-19,” tandas Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, I.G.K. Kresna Budi, Minggu, 10 Oktober 2021 di Gria Taman Liligundi, Jalan Mayor Metera Kelurahan Liligundi Kecamatam Buleleng.

BACA JUGA:   Wisdom ke Gianyar Mulai Berdenyut

Kresna Budi yang masih dalam kondisi berduka cita karena ditinggal mendiang istrinya, Luh Putu Suparmaningsih menandaskan, wajib karantina sebagai salah satu syarat bagi wisman maupun wisnu patut dipertimbangakan dan bahkan dihapus.

“Karena, dengan rata-rata durasi masa libur atau berkunjung wisatawan yang hanya empat hari, tiga malam, waktu kunjung atau berlibur wisman maupun wisnu akan habis untuk menjalani karantina,” tukasnya.

Dengan protokol kesehatan (prokes) yang wajib dijalani wisman pada negara asal sebelum melakukan perjalanan, kebijakan karantina patut dicermati dan dicarikan solusi terbaik agar tidak muncul kesan Masuk Karantina Bali.

“Para wisatawan yang datang ke Bali tentunya wajib menjalani vaksinasi dan Swab PCR (Polymerase Chain Reaction) di negara asalnya. Ini adalah pola pikir kita dalam penyelamatan Pariwisata Bali,” tegasnya.

BACA JUGA:   DPRD Bali Minta Pelantikan Bupati dan Walikota Sesuai Jadwal Awal

Ketua DPD Partai Golkar Buleleng ini menandaskan, dengan memperhatikan karateristik dan data informasi masa tinggal wisman maupun wisnu serta pelaksanaan prokes oleh hampir seluruh negara, kebijakan karantina sebagai syarat penerbangan internasional patut dicermati atau dicarikan solusi.

“Selain memberikan subsidi biaya test PCR include dengan tiket pesawat untuk wisatawan yang datang melalui bandara, tiket Pelni bagi mereka yang datang melalui jalur laut maupun tiket melalui jalur darat, kebijakan karantina juga bisa diganti dengan program asuransi kesehatan masuk Bali senilai Rp. 1 juta/7 hari,” tandas Kresna Budi.

BACA JUGA:   ORI Bali Kumpulkan Kepala Rutan Se-Bali

Kresna Budi menegaskan, program asuransi ini tak hanya diharapkan dapat membangkitkan kepercayaan publik terhadap Pariwisata Bali sebagai ‘Health Torism’ yang layak dan aman dikunjungi, tapi juga dapat mewujudkan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya Provinsi Bali.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × four =