Kuatkan Perempuan Kepala Keluarga, Menteri PPA Dorong Penguatan Perda PPA

0
154
Menteri PPA Bintang Darmawati, gelar bimtek penguatan kepemimpinan perempuan di Desa Sawan

BULELENG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menggemakan peran penting gerakan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di setiap desa dalam mewujudkan generasi unggul Bangsa Indonesia.

Pada Bimtek terkait Kepemimpinan Perempuan Pedesaan yang diikuti Kader PEKKA dari Desa Sawan, Bebetin, Menyali serta Gianyar, Menteri asal Bali ini menegaskan, diharapkan dapat meningkatkan indeks pembangunan gender (IPG) dan indeks pemberdayaan gender (IDG).

“Salah satunya melalui strategi pengarustamaan gender (PUG) dan menghilangkan stigma diskriminasi perempuan,” tandas Menteri PPA Republik Indonesia Bintang Darmawati, Sabtu, 18 September 2021 pada acara Bimtek PEKA di Aula Kantor Desa Sawan.

BACA JUGA:   Terapkan New Normal, Pemkab Buleleng Rapatkan Barisan

Didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Nyonya IGA Aries Sujati, Menteri PPA asal Gianyar ini menandaskan banyak hal yang harus dilakukan dalam mewujudkan pengarustamaan gender dan menghapus stigma diskriminasi perempuan.

“Sehingga kaum perempuan dapat lebih eksis dalam pembangunan termasuk juga peran dalam politik,” tegasnya.

Selain penguatan PEKKA pada setiap desa, pemerintah kabupaten/kota juga harus membentuk serta mendorong penguatan Perda tentang PPA dan lembaga seperti Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KP2AD).

“Presiden Jokowi sangat konsen terhadap diskriminasi perempuan dan kasus kekerasan terhadap anak. Saya berharap pemerintah kabupaten/kota segera melakukan penguatan Perda PPA, pembentukan KP2AD dan laporan kasus PPA, hal ini sangat dibutuhkan pemerintah pusat dalam memberikan dukungan maupun bantuan DAK kepada kabupaten/kota,” tansdasnya.

BACA JUGA:   Curi Motor, Redisivis Kambuhan Dihadiahi Timah Panas

Menyikapi imbauan Menteri PPA. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi pembentukan PEKKA sebagai wadah perkumpulan atau persatuan ibu-ibu dalam melaksanakan kegiatan sosial.

“Ibu-ibu sangat berperan sentral dalam mencetak generasi muda berkarakter, sebagai bonus demografi Indonesia. Bagi saya, ibu-ibu merupakan orang yang bisa membentuk karakter keluarga, khususnya dalam membentuk karakter anak yang baik,” tegasnya.

BACA JUGA:   Mediasi Gagal, Pengadaan Lahan Shortcut Melalui Konsinyasi

Keuntungan berupa Bonus Demografi Indonesia sangat ditentukan para ibu, yakni anak-anak yang berkarakter dan berbudi perkerti luhur sebagai SDM unggul bangsa.

“Karena, tahun 2045 mendatang jumlah angkatan kerja Indonesia sangat banyak, dengan usia produktif 20-60 tahun, SDM Ungul Indonesia akan mendominasi dunia,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − 8 =