Guru Terseret Ombak Pantai Dreamland Ditemukan Meninggal

0
260
Tim SAR mengevakuasi jasad Fajar Alam Semesta Wisrana.
Tim SAR mengevakuasi jasad Fajar Alam Semesta Wisrana.

BADUNG – Guru asal Surabaya, Fajar Alam Semesta Wisrana (22) yang terseret ombak Pantai Dreamland di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, ditemukan meninggal, Selasa 14 September 2021.

Guru Home Schooling Anak Pintar Bali di Jalan Pasraman, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan itu tenggelam saat berenang bersama tiga muridnya di Pantai Dreamland, Minggu 12 September sekitar pukul 11.00 WITA.”Pencarian korban melibatkan unsur SAR Gabungan dari Basarnas Bali, Direktorat Samapta, Polairud dan TNI, Balawista serta sejumlah relawan” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada.

BACA JUGA:   Terkait Rencana Pembukaan Pariwisata Untuk Wisatawan Mancanegara, Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Kunjungi Dinas Pariwisata Bali

Sekitar pukul 07.10 WITA, dua unit jetski Basarnas Bali menyisir perairan dari Pantai Kelan Jimbaran menuju search area Pantai Dreamland. “Sekitar pukul 08.30 WITA, korban mengenakan celana pendek ditemukan mengapung kurang lebih 500 meter arah barat Pantai Dreamland. Jasadnya dievakuasi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sanglah menggunakan ambulans Balawista Badung,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengungkapkan, korban bersama tiga muridnya mendatangi Pantai Dreamland sekitar pukul 09.00 WITA.

BACA JUGA:   Kapolres Klungkung Ancam Tindak Tegas Warga Yang Bandel Gelar Pesta Tahun Baru

Awalnya, mereka sewa bogi board (papan surfing kecil) untuk dipakai belajar main surfing. Saat itu, korban asal Surabaya, Jawa Timur,  hanya melihat para muridnya bermain surfing di pantai eksotik tersebut.

Selesai bermain surfing pukul 11.00 WITA, Fajar yang tinggal di mess Home Schooling Anak Pintar mengajak muridnya berenang. Ia juga sempat bilang ke muridnya ombak Pantai Dreamland sangat bagus. “Korban berenang agak jauh ke tengah, sedangkan ketiga muridnya di pinggir,” ungkap Sukadi.

Saking asyiknya berenang, Fajar tidak mengetahui datangnya ombak besar dan dalam sekejap ia digulung. Melihat gurunya hilang, ketiga muridnya bergegas berenang menuju bibir pantai sembari berteriak meminta tolong kepada warga. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − one =