Rektor PGRI Mahadewa Minta Atlet PON Jaga Tradisi Emas

0
196
Pihak Universitas IKIP PGRI Mahadewa Indonesia bersama para mahasiswa mahasiswi yang juga atlet PON Bali usai pelepasan


DENPASAR – Tradisi para mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia di Bali dengan status atlet PON Bali yang akan berlaga pada PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua pada 2 – 15 Oktober 2021, agar terus menjaga tradisi meraih medali emas yang diraih dan disumbangkan ke fakultas dan Bali selama ini.

Permintaan itu disampaikan Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, Dr. I Made Suarta.S.H., M. Hum saat melepas 15 atlet PON Bali yang juga mahasiswa Universitas itu dari 8 cabang olahraga (cabor) di Universitas IKIP PGRI Mahadewa Indonesia, Jumat 10 September 2021.

Dalam pelepasan itu Rektor bersama Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali Drs I Gusti Bagus Arthanegara S.H., M.Pd, Wakil Rektor III Dr. I Wayan Citrawan, M.Pd, Dekan FKIP Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M. Fil. H, Wakil Dekan III Dr. Drs. Agustinus Dei Segu, M. Fis., AIFO serta beberapa dosen lainnya.

BACA JUGA:   Wagub Cok Ace Resmikan Rumah Sepeda Indonesia di Bali

“Kami meminta para mahasiswa dan mahasiswi kami dengan status atlet PON Bali ini agar menjaga tradisi yang selalu diraih disetiap PON. Kalau di PON Jawa Barat (Jabar) 2016 silam dari 20 medali emas yang diraih kontingen Bali, empat emas diantaranya disumbangkan mahasiswi dan mahasiswa kami. Kami total meraih 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu di PON Jawa Barat lalu,” kata I Made Suarta usai pelepasan.

Harapan Rektor yang juga Ketua Umum Pengkot FPTI Denpasar, semua mahasiswa yang berlaga di PON Papua itu mampu membawa emas lagi serta dengan panggung prestasi yang disediakan pemerintah bisa melakukan dan menghasilkan prestasi terbaik lagi bagi universitasnya, pemerintah dan masyarakat Bali.

BACA JUGA:   Yes! Dana Tali Kasih Atlet dan Pelatih PON Bali Cair

“Selain itu dengan prestasi yang diraih bisa mengarah dan muaranya kemana-mana seperti para seniornya atlet atletik Maria Natalia Londa dan pesilat Komang Harik Adi Putra. Kami juga ingin para junior kami bisa seperti itu,” tambah Made Suarta.

Saat ini disebutkannya, sudah ada mahasiswa yang mampu menjadi penerus seniornya seperti atlet atletik Ni Luh Mita Yuni di nomor lompat jauh yang pernah dikirim Pomnas dan mampu menyumbangkan 2 medali emas. Termasuk Luh Mas Sri Dianawati atlet Muaythai.

“Untuk regenerasi selanjutnya nanti akan kita ketahui saat opspek 15 september 2021 karena ini ada kuisener yang diisi mahasiswa dan mahasiswi baru. Nah setelah tahu nanti Wakil Dekan III  pak Agus Dei Segu mengarahkan ke Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai tempat bakat dan minat mahasiswa dan akan terus kami bina juga dibina KONI Bali sehingga nantinya terlahir sebagai manusia yang benar-benar memang membidangi spesialisasinya cabornya,” demikian Made Suarta. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight − three =