Gawat, Ketersediaan Oksigen di Karangasem Mulai Menipis

0
351
Pihak Kejari Karangasem melakukan pemantauan stok oksigen di RSU Karangasem. Stok oksigen di RSU Karangasem mulai menipis

KARANGASEM—Ketersediaan oksigen, khusunya stok oksigen tabung besar di Kabupaten Karangasem mulai menipis.  Hal ini diakui Direktur RSUD Karangasem dr I Wayan Suardana,  Selasa 20 Juli 2021.

Menipisnya ketersediaan oksigen untuk penanganan pasien Covid-19 itu, disebabkan pihak distributor tidak melakukan  pengiriman sejak Senin 19 Juli 2021, karena pengiriman oksigen sudah diatur Satgas oksigen  Provinsi Bali.

“Dari list pengiriman yang kami pegang, distributor akan mengirim oksigen tabung besar  ke Karangasem hari Selasa,” ucap  Suardana.

Dia mengatakan,    hingga kemarin RSUD Karangasem hanya memiliki stok oksigen sebanyak  11 oksigen tabung besar dari 31 stok oksigen  yang ada sebelumnya.  Tapi stok yang ada saat ini  kondisinya semakin menipis, karena  dalam penanganan pasien Covid-19, RSUD Karangasem membutuhkan 20 oksigen tabung besar per hari. 

BACA JUGA:   Waspada !, 7 Orang Buruh Proyek Normalisasi Tukad Unda Positif Covid-19

Sedangkan ketersediaan stok oksigen tabung kecil yang per harinya membutuhkan 4 tabung oksigen kecil, kata dr Suardana masih kosong dan menunggu kiriman dari diditributor yang berada di Denpasar. 

“Mudah-mudahan, Selasa ini  oksigen tabung besar segera didistribusikan ke Karangasem.  Sehingga stok oksigen yang sudah menipis bisa  aman kembali,” terangnya.

Kendati  demikian,  lanjut dr Wayan Suardana  penanganan untuk pasien Covid-19 masih bisa optimal. Pasalnya stok  oksigen cair   sebanyak 3097,0 liter dinilai masih untuk melakukan penanganan pasien Covid-19 dalam beberapa hari kedepan, karena kebutuhan oksigen cair per harinya sebanyak 590,1 liter.

BACA JUGA:   Penuhi Panggilan Penyidik, Mantan Sekda Buleleng Diperiksa 7 Jam

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem, juga melakukan pengecekan terkait ketersediaan obat dan oksigen di Karangasem.  Pengecekan dilakukan di dua tempat. Selain di gudang  farmasi  Dinas Kesehatan  yang beralamat di Kecamatan Bebandem, pengecekan juga dilakukan di RSUD Karangasem.

“Kendati stock obat masih masih mencukupi, namun  kita harapkan ketersediaan obat dan oksigen  di Karangasem benar-benar bisa menjadi perhatian pemerintah,” ucap Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi.

Dipihak lain Kasi Intel IDG Semara Putra  mengatakan,   ketersedian obat  di gudang farmasi Dinas Kesehatan, pihaknya menemukan obat penanganan Covid-19 itu merupakan stok tahun 2020, dan jumlahnya tidak lengkap. Seharunya ketersedian obat ada lima jenis, namun yang ditemukan hanya dua jenis obat, yakni  300 tablet obat Azitromycine  500 mg  dan  130 kapsul obat Oseltmivir 75 mg. (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 5 =