Catat ! Ini Syarat Calon Penumpang Pesawat Selama Libur Idul Adha

0
131
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai

BADUNG – Pemerintah mengeluarkan aturan pembatasan aktivitas masyarakat selama libur hari raya Idul Adha 1442 H di masa PPKM Darurat. Itu mengacu Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021.

Aturan tersebut berlaku mulai 18-25 Juli 2021. Seluruh perjalanan orang ke luar daerah dibatasi dengan pengecualian bekerja pada sektor esensial dan kritikal. Kemudian, masyarakat yang memiliki keperluan mendesak seperti pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil (didampingi satu orang keluarga), kepentingan persalinan (didampingi maksimal dua orang), serta mengantar jenazah non Covid-19 (pengantar maksimal lima orang).

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai Taufan Yudhistira yang dihubungi mengatakan, surat edaran juga berlaku bagi para calon penumpang penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selain menunjukkan sertifikat vaksinasi (minimal dosis pertama) dan surat keterangan negatif Covid-19 dengan tes PCR (sampelnya diambil 2×24 jam sebelum keberangkatan), calon penumpang dikecualikan juga wajib melengkapi diri dengan surat keterangan perjalanan. Selain itu, hanya penumpang di atas 18 tahun yang diizinkan melakukan perjalanan.

Penumpang dari pekerja sektor esensial dan kritikal bisa membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat keterangan lain yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah atau surat perintah tugas dari pimpinan instansi setingkat eselon II. Sementara, penumpang karena alasan mendesak wajib menunjukkan surat keterangan perjalanan seperti surat rujukan dari rumah sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, surat keterangan kematian, serta lainnya.

Taufan menegaskan, calon penumpang untuk tujuan wisata untuk sementara tidak diperkenankan. Ia pun berharap kepada calon penumpang mengetahui ketentuan tersebut sehingga bisa mempersiapkan diri jika hendak melakukan perjalanan ke luar daerah via Bandara Ngurah Rai.

“Jika ada calon penumpang dikecualikan tapi tidak melengkapi diri dengan surat keterangan perjalanan, maka bisa melakukan reschedule. Sedangkan calon penumpang yang tidak termasuk dalam kategori dikecualikan misalnya pekerja sektor non esensial, maka bisa melakukan reschedule ataupun refund,” ungkapnya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here