Tatap Muka Dengan Menpar, Masyarakat Kuta Titip “Curhat” ke Jokowi

0
234

BADUNG – Belum lama ini, Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Di acara tatap muka, para tokoh menitipkan  ‘curahan hati’ soal dampak pandemi berkepanjangan untuk disampaikan kepada Presiden Jokowi.

Dihubungi Senin 14 Juni 2021, Ketua MDA Kecamatan Kuta Wayan Wasista mengungkapkan, ada banyak hal yang telah tersampaikan kepada Menparekraf Sandi. Mulai dari upaya-upaya dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, hingga langkah-langkah yang telah diakukan guna membantu keterpurukan ekonomi masyarakat.

Namun, saking lamanya pandemi, desa adat tentu memiliki sebuah keterbatasan. Tidak sedikit yang mulai meniadakan pemberian bantuan sembako kepada krama atau masyarakat, melihat semakin tipisnya dana yang dimiliki.

“Persiapan sudah kita lakukan. Termasuk vaksinasi juga sudah. Jadi, kami mohon kepada Pak Menteri agar menyampaikan ke Pak Presiden, mudah-mudahan bulan Juli ini tidak ditunda lagi pembukaan pariwisata internasionalnya,” ungkap Wasista menuturkan tatap muka dengan Sandiaga Uno.

Pembukaan border internasional dipandang menjadi kebijakan yang layak untuk dicoba. Hal itu berkaitan dengan berbagai upaya antisipasi yang telah dilakukan, serta situasi ekonomi masyarakat Kuta khususnya dan Bali pada umumnya, yang dirasa sudah sangat terhimpit. Bahkan kini, sudah ada kejadian beberapa warga yang terpaksa melakukan pencurian semata-mata untuk memenuhi kebutuhan makan.

“Tentu pembukaan itu dibarengi dengan pengawasan yang ketat. Bahkan sesuai penyampaian Pak Menteri, kami siap terjunkan Pecalang untuk turut melakukan pengawasan,” ucapnya sembari mengabarkan bahwa di obyek wisata Pantai Kuta, kini sudah ada penambahan tempat cuci tangan bantuan dari pihak swasta.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Kuta I Gusti Anom Gumanti yang hadir pada kesempatan  itu.  Sederhananya, masyarakat Kuta pada umumnya berharap agar border pariwisata internasional dapat segera dibuka.

“Itu sudah kami sampaikan dan Pak Menteri menyebut akan meneruskannya ke Pak Presiden, termasuk membahasnya dalam rapat para menteri,” ungkap anggota DPRD Badung itu.

Saat itu, Menparekraf Sandiaga Uno belum menyampaikan pernyataan yang memastikan pariwisata internasional benar-benar dibuka pada Juli. Sandiaga hanya menyebutkan hal tersebut sebagai sebuah rencana yang masih dalam pembahasan di tingkat nasional.

“Jadi hasil tatap muka ini mungkin nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam rapat tingkat nasional,” ucapnya sembari mengajak segenap masyarakat senantiasa disiplin terhadap pelaksanaan protokol kesehatan cegah Covid-19. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here