Empat Pasien Masih Dirawat, Tim Keswan Ambil Sampel Limbah Pemotongan Babi

0
380
Tim Keswan sedang mengambil sampel limbah dari rumah pemotongan babi.

MANGUPURA – Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Badung bersama Dinas Kesehatan Badung, Balai Veteriner Denpasar, dan GUPBI Bali, Rabu (12/5/2021), turun ke Banjar Samu, Desa Mekar Bhuana, Abiansemal, terkait kasus warga yang diduga terinfeksi bakteri setelah mengkonsumsi olahan daging Babi. Ternyata daging babi yang dikonsumsi warga tersebut didatangkan dari luar Badung.

Kepala Dinas Pertanaian dan Pangan Badung I Wayan Wijana menjelaskan berdasarkan hasil pengumpulan informasi dari Perbekel dan Bendesa Adat setempat, memang diakui sempat ada upacara keagamaan yang melibatkan krama , ada sajian dengan menu khas tradisional Bali dari olahan daging babi.

BACA JUGA:   Antisipasi Keramaian di Penutupan, Satpol PP Datangi McD Kuta Beach

“Menurut penuturan bendesa adat, daging yang diolah dibeli diseputaran Blahkiuh,”ungkap Wijana yang dikonfirmasi via telpon. Atas informasi tersebut, Tim Keswan bergerak menuju Blahkiuh untuk meminta keterangan dan mengumpulkan sampel berupa swab limbah pemotongan. Dari keterangan yang dihimpun dilokasi ini, ternyata babi yang dipotong didatangkan dari luar Badung.

“Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan BB Vet dan GUPBI Bali agar bisa ditindaklanjuti dengan  pengambilan sampel darah di daerah asal Babi,”katanya. Pihaknya juga belum berani memastikan penyebab warga yang sakit karena harus menunggu hasil uji laboratorium oleh BB Vet Denpasar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, lima orang warga Banjar Samu, Desa Mekar Bhunana, Kecamatan Abiansemal, Badung mendapat perawatan di RSD Mangusada Badung. Kelima warga ini menunjukan gejala yang sama yaitu kejang-kejang dan mengalami penurunan kesadaran. Sebelum peristiwa tersebut, warga sempat mengkonsumsi lawar daging babi.

BACA JUGA:   Tahun Depan Bali Bakal Miliki Jalan Tol Kedua, Gubernur Koster bersama Menteri PUPR Tinjau Lokasi

Sementara itu, empat pasien masih mendapat perawatan intensif di RSD Mangusada. “Kondisi pasien sudah membaik, menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut,”kata Dirut RSD Mangusada dr Ketut Japa yang dikonfirmasi terpisah.  Apakah akan dilakukan pemeriksaan cairan otak untuk mengetahui penyebab meningitis? “Kita akan lakukan menunggu kondisi pasien dan pemeriksaan lainnya bila sudah lengkap, baru kita lanjutkan ke pemeriksaan cairan otak,”terangnya.

BACA JUGA:   Polisi Gerebek Pengedar Ganja di Mumbul

Seperti yang diberitakan sebelumnya, diketahui tanggal 4 Mei 2021 ada kegiatan warga untuk persiapan upacara piodalan di pura setempat. Pada saat itu warga yang ngayah sempat mendapatkan makanan yang salah satunya adalah lawar babi. Tanggal  9 Mei hingga 10 Mei 2021, ada tiga orang warga yang mengalami kejang-kejang dan sempat dilarikan ke Puskesmas. Karena mengalami penurunan kesadaran ketiganya dirujuk ke RSD Mangusada. Selanjutnya pada hari Selasa 11 Mei 2021, dua warga kembali larikan ke RSD Mangusada gejala yang sama. Satu orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah pulih. (lit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here