Mudik Dini, Ribuan Warga Tinggalkan Bali

0
373
Suasana di Teminal Mengwi pada Senin 3 Mei 2021.

DENPASAR – Ribuan warga meningggalkan Bali sebelum pemberlakuan penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan menyebutkan, sejak 22 April 2021 tercatat 571 orang meninggalkan Bali via Terminal Mengwi. Bahkan, pada 2 Mei 2021 melonjak 1.263 orang atau mencapai sampai 100 persen lebih. “5.728 orang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk pada 22 April dan naik 10.270 orang pada 30 April,”kata I Ketut Sriawan pada Senin 3 Mei 2021.

Mengantisipasi larangan mudik, Dishub Kota Denpasar melakukan langkah-langkah mulai dari tahap pra pelarangan mudik, saat pelarangan mudik, dan setelah pelarangan mudik. “Nah, saat pra pelarangan, kami melakukan infeksi terhadap operator dan angkutan umum termasuk melakukan penyekatan,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan mendirikan tiga posko yaitu di Uma Anyar yang juga merupakan satu dari lima pos pantau nasional di Provinsi Bali, kemudian di Terminal Ubung serta di Pelabuhan Sanur. Begitu mulai dibelakukannya pelarangan mudik, Dishub juga meningkatkan pengawasan terutama pada malam hari di jalur-jalur tikus. “Kami juga mengawasi PO bus yang nekat beroperasi pada periode pelarangan mudik. Jika ada PO dari Denpasar yang nekat melayani mudik maka akan diminta putar balik dan dikenakan sanksi administrasi serta tilang,”tegasnya.

Sriawan juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di masing-masing desa/kelurahan agar ikut melakukan pengawasan.”Setiap warga yang balik mudik wajib melapor ke satgas desa/lurah. Satgas wajib tahu siapa yang masuk wilayahnya dan harus dipastikan juga kondisi kesehatannya. Data mudik tahun lalu terjadi peningkatan 90 persen kasus Covid-19 dengan angka kematian naik 75 persen,” tandasnya. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here