Wajib Prokes, Persembahyangan Hari Raya Galungan di Buleleng Lancar

0
82
Umat Hindu di Buleleng sembahyang Hari Suci Galungan berbasis Prokes di Pura Jagatnatha Singaraja

BULELENG – Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), Umat Hindu di Kabupaten Buleleng bebas melaksanakan ritual persembahyangan Hari Suci Galungan. Tak hanya di rumah, Hari Suci Galungan yang diyakini umat sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (ketidakbenaran) juga dilakukan di sejumlah pura seperti Pura Jagatnatha Singaraja, Pura Taman Sari dan Taman Makam Cumarasthana Singaraja.

“Secara umum, pelaksanaan ibadah peringatan Hari Galungan berjalan aman, lancar dan hikmad,”tandas Kabagops Polres Buleleng, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma Rabu, 14 April 2021 usai memantau kegiatan masyarakat di sejumlah pura.

Mantan Kapolsekta Singaraja ini mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk menerapkan prokes, mamakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sangat baik.

“Meskipun ada beberapa orang yang belum memakai masker, jumlahnya sedikit dan mudah-mudahan bisa segera sadar karena penggunaan masker bukan hanya untuk melindungi diri sendiri tapi juga orang lain, dari penyebaran virus corona,” tandasnya.

Kesadaran warga masyarakat untuk taat dan disiplin menerapkan prokes, menjadi kunci utama dalam melaksanakan kegiatan kemasyarakatan.

“Tidak hanya ibadah, taat prokes wajib dilakukan disetiap kegiatan, termasuk Pariwisata Bali yang sangat diharapkan, bukan hanya masyarakat kita disini tapi juga wisatawan manca negara,” tegasnya.

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng, I Gede Made Metera juga mengakui, kesadaran warga masyarakat menerapkan prokes semakin baik dan tinggi.

“Imbauan bersama pemerintah daerah, PHDI dan MDA Kabupaten juga dilaksanakan dengan baik oleh pengempon pura yang banyak dikunjungi umat untuk persembahyangan Hari Suci Galungan,” tandasnya.

Tidak hanya penyediaan sarana cuci tangan dan mengingatkan penggunaan masker bagi pemedek (umat yang akan melakukan persembahyangan) melalui pecalang, pengempon pura juga telah mengatur jarak antar pemedek untuk pelaksanaan persembahyangan.

“Upaya ini memang harus disadari dan dilaksanakan bersama, oleh setiap orang, sehingga ibadah yang dilakukan sehat, nyaman dan aman dari Covid-19,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here