Bandar-Pengedar Lintas Provinsi Ditangkap, 30 Kg Ganja Gagal Beredar

0
145
Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan beberkan pengungkapan ganja 30 kilogram beserta barang bukti uang ratusan juta rupiah.

DENPASAR – Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar menggagalkan peredaran 30 kilogram ganja. Barang bukti hasil penangkapan  sindikat bandar dan pengedar lintas provinsi, yaitu Suhadi (36) asal Lampung Utara dan Rio (28) asal Jakarta.

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, pengungkapan berawal adanya informasi transaksi narkoba di seputaran Jalan Pulau Singkep, Denpasar, Kamis 4 Maret 2021 sekira pukul 11.30 WITA. “Di TKP, anggota kami melihat tersangka Rio dengan gerak-gerik mencurigakan. Dia akhirnya ditangkap dan kedapatan membawa ganja yang dikemas dalam lima paket besar,” ujar Kombes Jansen didampingi Kasat Reserse Narkoba Kompol Mikael Hutabarat, Jumat 5 Maret 2021.

Rio yang diinterogasi menyebut keterlibatan Suhadi dan kedua tersangka tinggal satu kos di Jalan Pulau Belitung, Denpasar. Hari itu juga, polisi melakukan penggerebekan dan kembali disita 94 paket ganja, hasis seberat 488 gram, sabu 45 gram, serta pecahan ekstasi seberat 2,43 gram. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar”Kami juga mengamankan uang hasil transaksi narkoba senilai Rp 227 juta, tiga timbangan, enam buku tabungan, sembilan handphone dan tiga ATM,”ungkapnya.

Kapolresta membeberkan pengiriman ganja tersebut dari Sumatera menuju Jawa (Banyuwangi)-Gilimanuk-Buleleng-Tabanan-Badung-Denpasar. Tersangka Suhadi menjadi bandar lintas provinsi (Sumatera, Jawa, Bali) sejak tahun 2018. Sedangkan Rio berperan sebagai pengedar dari tahun 2018. “Rio sudah lima kali melakukan transaksi dengan sistem tempel di wilayah Denpasar dan mendapat upah Rp 500.000,”beber Kapolresta.

Pada kesempatan itu, Kapolresta juga membeberkan penangkapan pengedar Yudi (29). Residivis kasus pencurian itu digerebek di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Denpasar, Kamis 4 Maret 2021 sekira pukul 10.45 WITA dengan barang bukti 17 paket sabu seberat 201 gram.

Tersangka mengaku mendapat barang dari seseorang dipanggil BRO yang masih dalam penyelidikan. “Tersangka berperan sebagai pengedar sejak tiga bulan di Wilayah Denpasar dan mendapatkan upah Rp 200.000 sekali tempel,”tandasnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here