Setahun Pandemi Covid-19, Buleleng Bertahan di Zone Oranye

0
248
Wabup Buleleng Nyoman Sutjidra

BULELENG – Tidak terasa, Pandemi Covid-19 yang terjadi awal Maret 2020 lalu, telah berlangsung selama 1 tahun. Penyakit yang disebabkan oleh Corona Virus Desiase atau Covid-19 ini, tak hanya meluluhlantakan perekonomian Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia, tapi juga seluruh negara di dunia. Beruntung, dengan kedisiplinan masyarakat menerapkan 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan kecekatan pemerintah melalui Satgas-PP Covid-19 melaksanakan 3T, Tracing, Testing dan Treatment, Buleleng yang sempat berada pada Zone Merah pada awal pandemi, kini tetap bertahan pada Zone Oranye.

“Hingga saat ini, Buleleng berada pada Zone Oranye atau daerah dengan resiko penyebaran sedang, bersama dua Kabupaten yakni Klungkung dan Karangasem,” ungkap Wakil Bupati (Wabup) Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Selasa, 3 Maret 2021.

Untuk bisa bertahan pada Zone Oranye, kata Sutjidra, segala upaya yang telah dilakukan seluruh komponen masyarakat bersama pemerintah ini harus diteruskan dan ditingkatkan.

“Sosialisasi dan edukasi penerapan 3M diyakini dapat melindungi masyarakat, paling tidak 75 sampai 90 persen dari infeksi Covid-19. Sosialisasi dan edukasi sinergis melibatkan semua elemen, baik Pemerintah Kabupaten hingga tingkat desa, TNI, Polri dan Desa Adat, sangat diraskaan manfaatnya dalam menekan persebaran penularan Covid-19,” tandasnya.

Meski berada di Zone Oranye, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan 3M, yang saat ini telah berkembang jadi 6M, ditambah kedisiplinan untuk Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun dan Mentaati Aturan.

“Segala upaya yang telah dilakukan ini, diharapkan dapat mengantarkan Kabupaten Buleleng ke Zone Kuning bahkan Zone Hijau, seiring dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here