Pelantikan Bupati-Walikota Dilakukan Bersamaan di Wiswa Sabha

0
78

DENPASAR – Pelantikan bupati-wakil bupati dan walikota-wakil walikota di enam kabupaten/kota di Bali dipastikan pada 26 Februari 2021 pekan ini. Bahkan pelantikan kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah di enam kabupaten/kota ini akan dilaksanakan bersamaan di gedung Wiswa Sabha Utama, kantor Gubernur Bali Renon Denpasar dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Keputusan untuk dilantik pada tempat dan waktu yang sama ini diputuskan setelah mendapatkan izin secara langsung dari Menteri Dalam Negeri.

“Bali sudah mendapatkan izin untuk melakukan pelantikan bersamaan di Wiswa Sabha Utama, kantor Gubernur dengan Prokes yang sangat ketat, para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah akan menyaksikan secara virtual dari masing-masing kabupaten kota,” ujar Karo Tata Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara saat dikonfirmasi via telepon, Senin 22 Februari 2021.

Sukra Negara mengatakan, Bapak Gubernur Bali sudah melakukan komunikasi secara langsung dengan Mendagri dan Bali diizinkan melakukan pelantikan bersama-sama di tempat yang sama. Bali mendapatkan restu dari Mendagri dikarenakan pasangan bupati walikota yang dilantik di Bali hanya enam kabupaten/kota saja. Berbeda halnya dengan provinsi yang lain di Indonesia. Kalau provinsi lain bupati walikota yang dilantik jumlahnya bisa mencapai 11-13 pasangan terpilih sehingga pelantikannnya dilaksanakan secara virtual.

Pada pelantikan yang akan dilaksanakan nanti di Wiswa Sabha Utama, kantor Gubernuran Renon Denpasar, yang diperolehkan hadir hanya tiga orang dari setiap yang dilantik. Kalau yang dilantik bupati dan wakil bupati, maka yang bisa hadir ke tempat pelantikan yakni satu orang anak dan satu orang istri. Sehingga setiap pasangan yang terpilih dari keluarga yang hadir hanya empat orang. “Masing-masing yang hadir Bupati dilantik, satu orang anak dan satu orang istri. Demikian juga wakilnya yang bisa hadir satu orang istri dan satu orang anak,” jelasnya.

Sementara undangan lain seperti pimpinan DPRD masing-masing kabupaten kota menyaksikan secara virtual. Termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga menyaksikan secara virtual dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai pelantikan pilkada 2020 menjadi klaster baru ditengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

Sukra Negara menambahkan dari enam kabupaten kota dengan masing-masing orang yang dilantik menghadirkan anak dan istri, diperkirakan yang hadir di Wiswa Sabha sekitar 40-50 orang. Setiap orang yang hadir harus mengantongi hasil rapid test antigen dengan hasil negatif.

“Kalau tidak membawa, panitia dari Pemprov Bali akan menyiapkan langsung,” katanya sembari menambahkan akan lebih baik pesertanya langsung membawa hasil rapat tes antigen masing-masing. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here