Isolasi OTG, Satgas-PP Covid-19 Buleleng Putuskan Terpusat di Hotel

0
159

Gede Suyasa


BULELENG – Adanya pemberitahuan tentang pemberhentian sementara pelaksanaan karantina Orang Tanpa Gejala Gejala Ringan (OTG-GR) dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Covid-19 dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Provinsi Bali langsung disikapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Melalui Satgas-PP Covid-19, Pemkab Buleleng kembali membuat skema isolasi mandiri untuk penangnan pasien OTG-GR dan Nakes Covid-19.

“Sesuai hasil rapat koordinasi tadi, penanganan pasien dengan isolasi mandiri masih tetap dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, melakukan isolasi terintegrasi pada desa masing-masing dan yang kedua, isolasi terintegrasi di kabupaten,” ungkap Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Sabtu, 20 Februari 2021 usai mengikuti rakor virtual dengan Satgas-PP Covid-19 Bali.

Namun melihat kondisi yang terjadi di lapangan, kata Suyasa yang juga Sekda Buleleng, Pemkab Buleleng berharap isolasi dapat dilakukan secara terpusat pada tingkat kabupaten dengan memanfaatkan fasilitas hotel.

“Tadi sebagian besar sudah menentukan untuk melakukan isolasi di hotel yang ada pada daerahnya masing-masing. Pak Bupati juga sudah berdiskusi dengan Tim Satgas Kabupaten Buleleng, sekiranya memungkinkan untuk melakukan isolasi di hotel,” tegasnya.

Untuk melakukan tindakan dalam situasi darurat, juga diputuskan tidak lagi menunggu surat keputusan dari provinsi.

“Cukup dengan kesepakatan hasil rapat koordinasi. Mulai 19 Februari 2021, evakuasi pasien OTG-GR dan Nakes Covid-19 ke hotel karantina Provinsi dihentikan sementara dan diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri terpusat di desa atau kabupaten,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here