Kejari Buleleng Tahan Tujuh Tersangka Dugaan Korupsi Dana PEN Pariwisata

0
701
Kejari Buleleng Putu Gede Astawa geber penahanan tersangka PEN Pariwisatagate

BULELENG – Setelah melakukan pemeriksaan tahap II, tim penyidik kasus dugaan penyimpangan bantuan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional Industri Pariwisata atau PEN Pariwisatagate langsung melakukan tindakan penahanan terhadap 7 orang tersangka termnasuk Kepala Dinas Pariwisata Made SN. Satu tersangka yakni Nyoman GG belum ditahan karena sakit. Tindakan penahanan dilakukan tim penyidik tindak pidana korupsi (Tim Tipikor) Kejaksaan Negeri Buleleng berdasarkan bukti permulaan cukup terhadap perbuatan pidana yang berpotensi menimbulkan kerugian negara Rp 656 Juta.

“Penyidik menetapkan dan melakukan penahanan terhadap tujuh tersangka, berinisial Made SN, Nyoman AW, OS, Nyoman S, IGA MA, Kadek W, dan Putu B,” tandas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, I Putu Gede Astawa, Rabu, 17 Februari 2021 siang saat menggeber hasil penyidikan PEN-Pariwisatagate di Kantor Kejari Buleleng.

Tujuh tersangka, kata Gede Astawa didampingi Kasipidsus Wayan Genip dan Kasiintel Anak Agung Ngurah Jayalantara, diduga menyalahgunakan bantuan dana PEN Industri Pariwisata tahun 2020 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

“Dari hasil penyidikan, total bantuan dana PEN Industri Pariwisata sebesar Rp 13 Miliar, 70 persen atau Rp 9,1 Miliar untuk pelaku pariwisata dan 30 persen atau Rp 3,9 Miliar untuk sosialisasi,” ungkapnya.

Perbuatan tersangka dijerat pasal 2, pasal 3 dan pasal 12e Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001, Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi.

“Penyidikan kasus ini masih dikembangkan, pemeriksaan masih dilakukan terhadap tersangka yang sakit dan saksi baru,” tandasnya dibenarkan Kasipindsus Genip.

Genip menambahkan, ada keterangan tersangka yang menyebutkan aliran dana ke instansi atau dinas lain. Hal ini sedang di dalami dan tidak menutup kemungkinan akan menambah tersangka.

“Nilainya tidak besar antara satu sampai tiga juta. Dan kami imbau agar pihak yang menerima dana hibah ini segera mengembalikan dana tersebut kepada penyidik,” tandasnya.

Keterangan dan pengembalian dana diharapkan dapat membuka secara terang benderang kasus ini.

“Ada beberapa tersangka dan saksi yang masih tertutup. Namun kami yakin setelah pemeriksaan terhadap beberapa saksi, sebagaimana keterangan dari tersangka,termasuk juga sejumlah rekanan hotel dan restoran, kasus ini menjadi semakin terang,” tandas Genip sembari menyebutkan 4 orang tersangka dititip pada rumah tahannan (Rutan) Polres Buleleng dan 3 orang lainnya di Rutan Polsek Sawan. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here