Duta Denpasar Juara I Lomba Seni Baligrafi

0
159
Salah seorang peserta lomba Baligrafi serangkaian Bulan Bahasa Bali.

DENPASAR – Baligrafi bagian dari seni rupa yang menggunakan dasar-dasar untuk mewujudkan sebuah karya seperti titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, gelap terang dan lainnya. Selain indah, Baligrafi harus tetap bisa dibaca dan tidak sembarangan menempatkan aksara.

Hal itu menjadi penekanan tim dewan juri dalam lomba Baligrafi serangkaian Bulan Bahasa Bali yang diikuti tujuh peserta dari  kabupaten/kota Se-Bali di ruang Sinema, Gedung Ksirarnawa, Rabu 17 Februari 2021.

Para peserta terlihat mampu menguasai proses membuat seni tulisan Baligrafi. Selain memiliki kemampuan menulis aksara, mereka juga menguasai dasar seni rupa yang cukup. Tampil sebagai pemenang adalah Duta Kota Denpasar meraih Juara I, disusul Kabupaten Klungkung Juara II dan Kabupaten Badung menempati juara III.

Salah seorang juri yang juga Dosen ISI Denpasar, Drs. I Wayan Gulendra, M.Sn., mengatakan, Baligrafi merupakan karya seni melukis menggunakan aksara Bali. “Bagi peserta yang masih muda memang cukup berat memahami aksara yang dirangkai. Selain menempatkan aksara yang baik atau komposisinya yang bagus, porsi karakter dan estetiknya juga diperhatikan. Yang jelas, Baligrafi harus tetap bisa terbaca dan kuncinya pemahaman menulis yang harus dikuasai dulu dan kemampuan dasar seni rupa juga harus bagus,” jelasnya.

Sementara, Drs. I Made Bendi Yudha, M.Sn., yang juga Dosen ISI Denpasar mengungkapkan,  melihat bacaan para peserta secara umum mereka mampu menguasai, mengkreasikan pengembangan melukis baligrafi bisa menjadi karya seni.” Bagaimana mengkomposisikan, menata huruf, huruf Bali sangat komplit, dan sedikit beban karena menyangkut dengan aksara,” jelas Bendi yang diamini oleh Ni Wayan Sariyani S.Pd., M.Hum., Guru SMPN. 1 Kuta Selatan selaku juri.

Menurutnya, dari segi kesempurnaan art atau seni secara umum, memang seni Baligrafi kedepanya  lebih banyak ruang pelatihan. Bagaimana membicarakan  komposisi warna baik estetikanya, penempatan aksaranya sebagi karya seni, sehingga semakin banyak yang mengartikan sastra lewat seni melukis dan  bisa dibaca, dinikmati keindahanya maka  pemaknaan dibalik karya seni itu sendiri dapat dipahami masyarakat luas,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Teknis Bulan Bahasa Bali Made Mahesa Yuma Putra mengatakan  melalui lomba Baligrafi ini bertujuan untuk melestarikan aksara, bahasa dan sastra dalam bentuk penulisan naskah. Baligrafi ini sebagai suatu rangkain huruf atau sastra yang memiliki suatu makna. “Penulis Baligrafi ini memang sangat langka, makanya kita panitia pelaksana kegiatan dalam rangka Bulan Bahasa Bali 2021 ini melaksanakan workshop sebelumnya dan lomba Baligragi. Intinya untuk mengajak masyarakat agar tertarik untuk membuat suatu rangkaian aksara yang bermakna itu,” terangnya.(sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here