Bantu UMKM, Penggunaan Kain Tenun Endek Bali Panen Dukungan

0
215
Ketua Ombudsman RI Wilayah Bali Umar Ibnu Altkhatab sangat mendukung program penggunaan kain tenun endek

DENPASAR – SE Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali mendapatkan panen dukungan dari Pimpinan, Pejabat, Perbankan, dan Perguruan Tinggi di Bali dalam acara sosialisasi di wantilan Kertha Sabha, Jaya Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Selasa, 16 Februari 2021.

Edaran Gubernur Bali ini dinilai memiliki tujuan yang sangat mulia untuk melestarikan, melindungi, memberdayakan warisan budaya kreatif masyarakat Bali hingga meningkatkan perekonomian masyarakat Bali yang bergerak di Industri Kerajinan Kain Tenun Bali di situasi pandemi Covid-19. Dukungan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk yang menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali yang telah mendukung visi kami. Saya ingat, Gubernur Koster sangat getol mendaftarkan semua Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional yang ada di Bali, termasuk Kain Tenun Endek Bali.

Karena Kain Tenun Endek Bali ini dimiliki secara turun temurun dan perlu dipelihara, maka pada tanggal 22 Desember 2020, Kain Tenun Endek Bali sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan Nomor Inventarisasi EBT.12.2020.0000085 sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional. Sehingga jangan sampai nanti Kain Tenun Endek Bali mengalami kasus seperti kesenian Reog Ponorogo yang diklaim oleh Malaysia.

“Bapak Gubernur, kami di Kemenkumham Bali memiliki jumlah pegawai 1.569, dan saya himbau semua Kepala Unit Pelaksana Teknis agar ikut mensukseskan SE Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali agar semua memakai busana endek. Kami berjanji menggunakannya pada, Selasa mendatang. Mudah-mudahan semua instansi yang lain melaksanakannya, kalau semua melaksanakan, maka ini tidak hanya keberhasilan Gubernur Bali untuk membantu para UMKM kita, namun juga keberhasilan kami di Kemenkumham Bali,” jelasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan bahwa Kain Tenun Endek Bali selalu mengalami omset penjualan tertinggi dari Rp 1 Miliar sampai Rp 2 Miliar saat diikutsertakan dalam Pameran di Jakarta sebanyak 3 kali di tahun 2020 lalu. Sehingga apa yang dilakukan Gubernur Bali melalui Edarannya adalah hal yang paling ditunggu-tunggu agar UMKM di Bali terus mengalami peningkatan penjualan di masa Pandemi Covid-19.

“Saya bangga terus pakai Endek dan binaan kami ada di Buleleng hingga Kota Denpasar. Untuk itu, semua perbankan kita minta support, termasuk perbankan swasta di Bali juga kami ajak untuk menggunakan Kain Tenun Endek Bali ini,” tegasnya seraya melaporkan saat ini di Bali terdapat 340 sampai 400 UMKM, dan mereka sedang mencari penjualan dari fisik hingga melalui online.

Kasrem 163/Wirasatya, Kolonel Inf. Ida Bagus Ketut Surya Widana yang mewakili Danrem 163/Wirasatya dalam acara itu menegaskan TNI sangat mendukung SE Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali.

“Ini SE yang sangat luar biasa, dan It’s Okay untuk kita. Sehingga kami di TNI yang memiliki PNS dan Satuan Intel yang biasanya menggunakan Endek di Hari Jumat, namun karena di Edaran Gubernur Bali berbunyi Hari Selasa, maka kita akan dukung bersama pegawai – pegawai kami,” jelas Kolonel Inf. Ida Bagus Ketut Surya Widana seraya menceritakan sejak tahun 1975 Kain Tenun Endek Bali sudah ‘booming’ dan pertama kali muncul saat itu di Kabupaten Klungkung.

Dukungan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab yang menyebut dirinya setiap hari memakai Endek di setiap acara apapun, karena bahannya sejuk, warnanya indah dan tidak norak. Jadi enak, nyaman dipakai kapanpun sejak saya pertama kali bertugas di Bali.

“Situasi yang sulit seperti ini, jikalau pemerintah tidak punya solusi dan terobosan, maka gimana rakyat bisa hidup. Untuk itu kami dorong SE Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali ini agar efektif, dan kami di Ombudsman hanya memiliki 20 staf untuk mengawasi Anggaran Bupati/Walikota serta Sekda Se-Bali. Namun seluruh staf akan saya ajak memakai busana Endek. Jadi lumayan, kalau 20 dikalikan Rp 1 Juta, maka UMKM di Bali sudah dapat Rp 20 Juta di masa Pandemi ini,” ujarnya.

Selanjutnya Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si mengungkapkan di Bali terdapat 58 Perguruan Tinggi, dengan memiliki dosen tetap sebanyak 3.443, belum lagi termasuk dosen tidak tetap. Kalau itu semua pakai Endek, pasti semua perajin akan hidup berkembang ekonominya.

“Kemudian kalau nanti semua pakai endek, apakah perajin mampu memenuhi kapasitas permintaan? Sehingga hal ini harus disiapkan, jangan sampai nanti ketika ada ‘demand’ namun ‘supply’ tidak ada. Maka hal ini perlu diantisipasi dan diberdayakan produksinya,” katanya.

Sedangkan yang terakhir, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menceritakan bahwa di Kabupaten Gianyar paling sering menghadiri upacara adat dengan menggunakan pakian adat. Namun semangat penggunaan Kain Tenun Endek ini harus dilakukan inovasi dalam berpakaian adat.

“Bagaimana caranya mengkonsep agar Kain Tenun Endek Bali ini di desain dengan warna yang putih juga, dan bisa digunakan untuk upacara adat,” pungkasnya sembari menyebut saat dulu saya menjadi Wakil Bupati, saya melihat Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara adalah pejabat yang rajin menggunakan Endek dari dulu.(arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here