Harga Daging Babi Naik, Pengepul Ngeluh Sepi Pembeli

0
42
Harga daging babi di Karangasem naik di kisaran Rp 85.000 sampai Rp 100.000 per kilogram.

KARANGASEM – Harga daging babi khususnya di Kabupaten Karangasem masih bertengger di kisaran Rp 85.000 sampai Rp 100.000 per kilogram. Hanya, kenaikkan tersebut tidak serta merta membuat pengepul sumringah karena sepinya pembeli.

Ni Wayan Putu, pengepul daging babi asal Dusun Abang Kelod, Karangasem, mengaku mengalami penjualan tidak stabil. “Sebelum harga naik, biasanya potong babi berat 80 kg sampai 200 kg itu tiga hari sudah habis terjual. Sekarang, dua sampai tiga hari kadang belum habis terjual,”ucapnya.

Sementara, peternak I Nengah Adi asal Banjar Dinas Abang Kelod, Karangasem, menduga populasi babi berkurang akibat Virus ASF menjadi penyebab lonjakan harga. “Di Karangasem banyak babi yang mati diduga karena virus,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat peternak rumahan seperti I Nengah Adi kesulitan mencari bibit babi untuk dikembangkan. “Banyak perusahaan pembibitan babi yang besar pada umumnya tidak memiliki stok akibat mengalami kerugian dampak virus ASF. Jadi, peternak kecil hanya membeli bibit di sesama peternak rumahan saja,” katanya.

Ia menyebutkan harga bibit babi usia rata-rata tiga bulan di kisaran Rp 1,2 juta sampai Rp 1,3 juta per ekor. “Mereka yang pelihara indukan di rumahan itu sebenarnya salah satu bentuk upaya ketahanan ekonomi keluarga atau istilah di Bali ngubuh bangkung angon sambilan  (pelihara babi indukan untuk sambilan) yang sewaktu-waktu bisa dijual untuk menutupi kebutuhan keluarga,”ujarnya. (ami)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here