Divaksin Covid-19, Wabup Sanjaya Tetap Ingatkan Penerapan Prokes

0
280
AMAN : Wabup Sanjaya saat disuntik vaksin Covid-19 (dok)

TABANAN – Wakil Bupati Tabanan yang juga merupakan Bupati terpilih dalam Pilkada Serentak lanjutan tahun 2020 di Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, divaksin Sinovac, dosis 0,5 mm single dose, di BRSU Tabanan serangkaian launching Vaksinasi Covid-19 di Tabanan, Rabu (27/1/2021).

Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto menjadi orang pertama yang divaksin disusul Wakapolres Kompol Khrisna Mahardika, Sekda I Gede Susila bersama istri, Kadiskes, Direktur BRSU dan Ketua IDI Tabanan, beserta stake holder lainnya yang berjumlah 13 orang, juga turut divaksin dengan dosis yang sama. Sementara Ketua DPRD I Made Dirga meski sempat datang urung divaksin karena kadar gulanya diatas dari yang distandarkan.

Usai divaksin, Wabup Sanjaya mengaku, tidak ada persiapan khusus sebelum divaksin.

“Saya tidak ada persiapan, karena saya setiap satu bulan sampai 3 bulan sekali rutin cek kesehatan. Jadi kita tahu dengan keadaan kita. Jadi Saya optimis mengikuti kegiatan ini,” ungkap Sanjaya.

Meskipun sudah uji klinis dengan keakuratan 60 persen atau lebih, Wabup Sanjaya meyakini vaksin Sinovac ini tidak memiliki efek samping yang berarti dan aman bagi kesehatan, baik bagi dirinya maupun masyarakat Tabanan yang nantinya juga akan divaksin.

“Saya berharap vaksin ini menjadi salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid ini,” tegas Sanjaya.

Sanjaya berharap seluruh masyarakat, khususnya di Tabanan bisa sesegera mungkin mendapatkan vaksin.

“Pemerintah Daerah juga sudah bekerja keras, baik Gubernur, para Bupati/Walikota semua bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat mengupayakan bagaimana agar pandemi ini segera berakhir,” imbuhnya.

Sanjaya berharap seluruh elemen masyarakat agar mematuhi anjuran Pemerintah dan secara disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena kemarin, pada kegiatan rapat dengan Bapak Gubernur ada tiga klaster yang sangat dominan yang mempengaruhi penyebaran Covid-19 ini menjadi tinggi. Klaster yang pertama adalah upacara adat, keluarga dan perkantoran,” ujarnya.

Mengatasi tiga klaster tersebut, Sanjaya mengakui tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sangat mustahil Pemerintah Daerah bisa menyelesaikan permasalahan ini.

“Seluruh elemen masyarakat maupun teman-teman media untuk selalu menggaungkan sosialisasi 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 3M ini sangat penting, karena setiap orang memiliki potensi yang sama terpapar virus Covid-19,” imbuhnya.

Apalagi saat ini Kabupaten Tabanan merupakan zona merah penyebaran Covid-19.

“Semoga melalui pelaksanaan kegiatan vaksin ini menjadi salah satu contoh baik kepada masyarakat. Sebelum ke masyarakat, kami yang mengawali divaksin. Nanti masyarakat juga semua sesegera mungkin akan divaksin, sesuai dengan pidato Pak Presiden, sampai bulan desember 2021 semua masyarakat Indonesia tervaksin. Dengan penerapan secara berkala,” ungkap Sanjaya.

Sementara Dandim Letkol In Toni Sri Hartanto yang menjadi orang pertama divaksin di Tabanan mengaku tidak merasakan apa-apa baik ketika disuntikan vaksin maupun setelah diobservasi selama 30 meter.

“Tidak terasa apa-apa saat disuntik, begitupuan setelah observasi, tidak ada sakit kepala, badan panas ataupun pegal-pegal. Jadi tidak perlu takut divaksin,” katanya seraya menyebutima setia hari rajin minum jamu dan berolahraga serta menerapkan pola hidup sehat. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here