Bahas Pokir Dewan 2022, Parwata Minta Terapkan Konsep “Money Follow Function”

0
99
Dewan Badung dan eksekutif bahas pokok pikiran tahun 2021

MANGUPURA – Eksekutif Badung yang diwakili Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Badung melakukan rapat kerja dengan DPRD Badung untuk menyelaraskan pokok pikiran (Pokir) Dewan dalam persiapan perencanaan APBD tahun 2022 mendatang. Rapat Pokir yang dipimpin Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Wakil Ketua I, Wayan Suyasa dan Wakil Ketua II, Made Sunarta. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Pimpinan DPRD Badung, Senin (25/1/2021) tersebut belum membicarakan berapa anggaran yang akan dirancang para anggota DPRD Badung dalam melaksanakan eksekusi pembangunan untuk masyarakat melalui Pokir Dewan tersebut.

Kepala Bappeda Badung, Made Wira Dharmajaya mengatakan, pihaknya tetap akan memfasilitasi terkait pokok pikiran dewan ini dalam rancangan pembangunan di Kabupaten Badung.

“Ada Aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang harus diterapkan saat kita mulai penyusunan rencana kerja pemerintah daerah, jadi semua usulan dari masing-masing anggota dewan tersebut harus kita input di SIPD tersebut. Selain itu kodefikasi, klasifikasi dan nomenklatur belanja sudah ditetapkan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri. Ketika ada belanjanya ketika ada rekeningnya kita akan sesuai input data tersebut dalam SIPD,’’ujarnya.

Dikatakan, batas akhir penyetoran proposal Pokir ini dari kalender kegiatan Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) dilaksanakan pada bulan Maret.

“Jika tidak ada halangan sesuatu hal kita laksanakan di tanggal 26 Maret 2021, sehingga sebelum pelaksanaan musrenbang Kabupaten pokir-pokir Dewan Badung ini sudah masuk dalam SIP. Jadi harapkan kita pada tanggal 19 Maret 2021 batas akhir penyetoran pokir Dewan dan itu sudah terinput dalam SIPD,” terangnya.

Ditanya anggaran Pokir masing -masing Dewan, Wira Darmajaya mengatakan, pihaknya tidak bicara mengenai berapa besaran dana Pokir yang nanti disalurkan anggota DPRD Badung, tapi hal ini merupakan hak anggota DPRD Badung dalam menyalurkan pokir-pokir mereka ke masyarakat. “Soal nanti berapa yang dapat menyalurkan tentu nanti ada proses politisnya antara Bupati dengan dewan,”tegasnya.

Ketua DPRD Badung, Putu Parwata mengatakan, Pokir ini merupakan ruang untuk menyalurkan kegiatan masyarakat yang nantinya difasilitasi oleh para anggota DPRD Badung.

“Ruang ini sudah diatur dalam aturan Pemerintah terutama dalam Permendagri dengan pola SIPD, sehingga terukur aspirasi yang diserap dewan dari masyarakat nantinya betul-betul secara ansih kita eksekusi. Jadi tidak ada ruang poko-pokok pikiran dewan yang diserap dari aspirasi masyarakat tersebut tidak tersalurkan,” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan ruang yang telah diberikan oleh pemerintah ini, pimpinan dewan dan seluruh anggota dewan bisa menyerap aspirasi masyarakat dan masuk dalam SIPD.

“Rapat dewan dengan perangkat daerah ini tujuannya menyamakan persepsi, mempercepat serta mempermudah eksekusi Pokir dewan sebagai bentuk penyerapan aspirasi masyarakat. Agar pokir dewan ini bisa tereksekusi dengan baik di tahun 2022, Kami juga merancang penggunaan anggaran dengan uang yang mengikuti program tidak lagi buat program dulu baru mencari uangnya. Kami sekarang harus melakukan penerapan konsep money follow function,” tegas Parwata.(lit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here