Dampak Banjir di Pekutatan, Golkar Serahkan Bantuan

0
54
Ketua DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry bersama Ketua DPD II Jembrana Made Suardana menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir

JEMBRANA – Banjir yang melanda Kecamatan Pekutatan Jembrana, membuat tiga rumah warga tergerus oleh banjir. Selain rumah yang tergerus, puluhan warga juga mengungsi menempati tenda-tenda darurat mengantisipasi musibah banjir yang lebih besat. Dampak banjir tersebut, 30 warga di desa Medewi Pekutata, 20 warga dari Desa Pulukan 16 warga dari Desa Pekutatan. Guna meringankan beban masyarakat terdampak banjir anggota Komisi III DPRD Bali yang juga anggota Fraksi Partai Golkar, Made Suardana langsung melaksanakan bakti sosial bersama DPD II Golkar Jembrana dan Golkar Kecamatan, Sabtu (23/1/2021).

“Melihat dampak bencana banjir, Partai Golkar langsung melaksanakan bakti sosial di tempat bencana banjir. Bersama AMPG dan KPPG turun langsung menemui warga terdampak banjir dengan memberikan bantuan sembakau dan pembagian air mineral serta masker kepada masyarakat yang berdampak,”ujar Suardana.

Menurut Ketua DPD II Golkar Jembrana ini, pengurus partai merasa bencana ini adalah tugas kemanusiaan yang harus dilakukan guna meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Suardana mengatakan, selaku kader partai Golkar selalu melaksanakan karya nyata, memberikan semangat motivasi kepada masyarakat terdampak banjir terlebih mereka yang kehilangan tempat tinggalnya tergerus banjir.

Dalam kegiatan sosial kemasyarakatan partai Golkar juga mempunyai organisasi sayap seperti AMPG dan KPPG , merupakan penggerak terdepan partai Golkar melakukan bakti sosial kerja gotong-royong bersama.

“Kami juga melibatkan kepala desa dan warga untuk membuat jalan pintas di desa Yehembang supaya jalan menuju akses tiga Banjar dengan jumlah warga 2000 KK ini bisa dilewati oleh warga,” bebernya.

Sementara dalam pertemuan dengan warga, sebagian besar masyarakat berharap bisa mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah pasca banjir untuk jangka waktu pendek. Seperti halnya, dalam bentuk sembakau dan air bersih. Sementara untuk jangka panjangnya pembangunan saluran pipa air minum dan jalur transportasi yang terputus amibat banjir harus segera diperbaiki.

“Masyarakat berharap, pemerintah dengan masyarakat bisa melaksanakan Konsep Tri Hita Karana. Terjadinya keseimbangan hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan manusia bisa seimbang,” pintanya mengutif pesan dan harapan masyarakat terdampak banjir.

Suardana menambahkan, terutama hubungan manusia dengan alam semesta. Apakah karena tidak adanya keseimbangan dengan alam, membuat alam murka hingga terjadinya musibah bencana yang dirasakan oleh manusia, atau sebaliknya apakah karena ulah manusia yang membuat terjadinya bencana alam. Disinilah menurutnya bagaimana peran pemerintah untuk ikut membantu masyarakat dalam mengelola alamnya untuk kesejahteraan masyarakat di pinggiran hutan dan masyarakyat di bawah ( pingit laut ) Masyarakat merasakan, bencana banjir ini, masyarakat di pinggir hutan merasakan kesulitan air bersih karena pipa saluran air bersih tergerus oleh air sungai yang besar dan masyarakat di bawah pesisir juga terkena musibah banjir bandang.

“Semua masyarakat terdampak banjir karena alam murka dan besar harapan masyarakat agar pemerintah bisa membantu secepatnya baik jangka pendek maupun jangka panjang,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here