Apresiasi Budidaya Lobster, Menteri KP Warning Penyeludupan Lobster

0
59

Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, usai meninjau panen sekaligus melepas 20 ekor lobter ke perairan laut Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak


BULELENG – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, mengaku bangga dan mengapresiasi budidaya lobster sistem jaring apung diperairan laut Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak. Selain meninzgkatkan perekonomian nelayan, budidaya sistem jaring apung yang dikembangkan para pembudidaya lobster yang tergabung dalam wadah Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) juga ramah lingkungan sekaligus dapat meningkatkan nilai ekspor lobster.

“Ini bukti, budidaya yang berkesinambungan tidak hanya dapat menjaga kelestasrian lingkungan tapi juga meningkatkan produksi lobster,” tandas Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Wahyu Trenggono, Rabu (20/1/2021) usai meninjau panen sekaligus melepas 20 ekor lobter ke perairan laut Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak.


Didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, pengganti Edy Prabowo ini menandaskan, jika dikembangkan budidaya keramba jaring apung ini juga dapat meningkatkan perekonomian para nelayan.

“Jika ini dapat dikembangkan terus di beberapa wilayah yang lain, tentu sangat bagus dan dapat meningkatkan ekonomi para nelayan,” tandasnya.

Keberhasilan budidaya lobster di Desa Sumberkima, harus di ikuti daerah lain karena Indonesia memiliki banyak benih Lobster sebagai modal utama budidaya. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan ‘all out’ mengembangkan budidaya lobster untuk mewujudkan kesejahteraan para nelayan, pembudiya sekaligus menjaga keberlanjutan biota laut ini.

“Indonesia bisa jadi produsen lobster terbesar di dunia, mengingat bibit lobster yang paling banyak ada di Indonesia. Saya minta semua pihak mendukung dan tidak ada lagi peyeludupan benih lobster atau baby lobster,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here