Pecinta Seni Apresiasi Karya Lukis Surya Darma

0
47
DIAPRESIASI : "Timeless Art Exhibition and Culinary" di Konderatu Beach Club.

BADUNG- Aktivitas seni di masa pandemi Covid-19 mendapat respons positif kalangan pecinta seni. Salah satunya “Timeless Art Exhibition and Culinary” yang digelar Konderatu Beach Club belum lama ini.

Beberapa waktu lalu, Raja Klungkung Ida Dalem Semara Putra dan Penglingsir Puri Agung Singaraja Anak Agung Ngurah Ugrasena mengunjungi Konderatu Beach Club dan mengapresiasi karya seni yang dipamerkan oleh maestro I Nyoman Gunarsa dan I Wayan Bendi (koleksi Konderatu Beach Club) serta tujuh karya lukis I Gede Made Surya Darma. Ajang seni tersebut juga dirangkai dengan kegiatan Food Beverage, Cocktail, Artefact & Textile, Handicraft, Foot Massage, Hair Cut, Fashion, and Virus Keeper.

Kunjungan kedua penglingsir puri itu sangat berarti bagi owner Konderatu Beach Club Herlinda Siahaan di tengah perjuangannya mempromosikan seni dan budaya Indonesia yang merupakan cita-cita Konderatu Group Konderatu sebagai berkat bagi seniman, budayawan, dan masyarakat nusantara. Seperti event sebelumnya pada tahun 2017, ada tujuh kesultanan hadir memeriahkan Timeless Indonesia Festival yakni Puri Klungkung, Puri Buleleng, Kesultanan Sumedang Larang, Kesultanan Minangkabau, Kesultanan Deli, Kedatuan Luwu dan Kesultanan Cirebon dengan serangkaian penampilan tari tradisional, atraksi budaya dan peragaan busana.

Hanya, Timles Art Exhibition kali ini berbeda dengan event sebelumnya karena digelar di masa pandemi Covid-19. Konderatu menggandeng beberapa UMKM dengan mengadakan Food Beverage, Cocktail, Artefact & Textile, Handicraft, Foot Massage, Hair Cut, Fashion, and Virus Keeper. Kegiatan ini melebur dalam satu kesatuan acara sebagai ajang pemulihan ekonomi di masa pandemi dengan menggandeng seniman I Gede Made Surya Darma–perupa muda Bali yang aktif dalam kegiatan kesenian, baik di tingkat nasional maupun international. Surya Darma sudah memamerkan karya seninya di beberapa negara seperti Jerman, Japan, Myanmar, Philippine, Austria, India, dan Malaysia. Sedangkan di Indonesia, Surya Darma telah memamerkan karyanya di beberapa kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan Bali.

Tujuh lukisan karya I Gede Made Surya Darma bertemakan buah-buahan. Salah satu karyanya berjudul “Out Of The Box” merespons pandemi Covid-19. Ketika banyak orang berpikir dari sisi negatif tentang pandemi Covid-19,  Surya Darma justru mencoba berpikir dari sisi positif, menyemangati diri untuk beradaptasi dengan keadaan ini. Lukisan “Out Of The Box” itu “dipinang” Raja Klungkung untuk dikoleksi. Sedangkan Penglingsir Puri Singaraja memilih karya berjudul “Red Wine” yang merupakan refleksi dari pandemi Covid-19. Bagi Surya Darma, “Red Wine” sebagai simbol suatu proses untuk mencari intisari dari buah anggur yang difermentasi akhirnya menjadi wine. Ini sebagai metafora bahwa dalam menjalani kehidupan kita mengalami banyak proses sehingga mengerucut untuk suatu tujuan hidup, dianalogikan sebagai puncak dari proses kehidupan.

Ida Dalem Semara Putra dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pameran tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi sekaligus promosi bagi seniman sehingga perlu didukung pecinta seni agar para seniman dapat terus berkarya. “Selamat dan teruslah berkarya,” pesannya.

Sementara, Anak Agung Ngurah Ugrasena mengatakan, lukisan yang bekerja sama dengan Yayasan Konderatu di Kelan Beach Kedonganan Tuban menurutnya sangat penting sebagai inspirasi bagi generasi muda, khususnya pelukis muda agar terus berkarya dan memberi warna dalam bidang senirupa. “Kita perlu mengapresiasi karya senirupa seperti lukisan I Gede Made Surya Darma yg memiliki nilai seni spesifik dan unik. Kita perlu apresiasi dan dorong untuk terus berkarya demi Bali dan Indonesia. Saya pribadi menilai saudara I Gede Made Surya Darma mempunyai kemampuan seni yg dalam,” ujarnya. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here