Bupati Buleleng Ingatkan Pentingnya Peranan MDA

0
56
Pengukuhan Bendesa MDA Kecamatan se-Kabupaten Buleleng oleh Bendesa MDA Kabupaten Buleleng di Wantilan Pura Jagatnatha Singaraja

BULELENG – Momentum acara pengukuhan Prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan se-Kabupaten Buleleng, tidak hanya dimanfaatkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyanac untuk mengingatkan pentingnya peranan MDA dalam penguatan masyarakat adat di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng. Prajuru MDA Kecamatan se-Kabupaten Buleleng masa jabatan tahun 2020-2026 juga diharapkan mampu menterjemahkan dan mengimplementasikan Awig-awig Desa Adat dalam memberdayakan potensi yang dimiliki.

“Kalau kita lihat perkembangan, ruang lingkup desa adat makin hari semakin banyak cakupannya, untuk mempertahankan masyarakat desa adat agar benar-benar terlindungi dari degradasi kultur dan budaya yang sudah kita miliki,” tandas Bupati Suradnyana, Jumat (08/01/2021) siang saat menghadiri pengukuhan Prajuru MDA Kecamatan se-Kabupaten Buleleng di Wantilan Pura Agung Jagatnata Singaraja.

Dalam melaksanakan perannya, kata Suradnyana, bendesa dan prajuru desa adat juga harus selalu bersinergi dengan pemerintahan daerah, aparat TNI/Polri dan masyarakat. Karena, mengacu Perda Provinsi Bali Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat, cakupan tugas serta peran desa adat semakin luas dan kompleks.

“Itu artinya, ada upaya signifikan dari Pemerintah Provinsi, bagaimana pemberdayaan lembaga adat ini dapat lebih maksimal. Dan harapan saya nanti, kalau mungkin pada pemucuknya kurang ketat atau kuat, maka baga-baganya yang harus diperkuat untuk bisa mengimplementasikan Perda ini,” tegas Suradnyana.

Ketua MDA Kabupaten Buleleng I Dewa Putu Budarsa mengatakan, selain peran yang makin kompleks, nama lembaga juga berubah dari Majelis Desa Pakraman (MDP) menjadi Majelis Desa Adat (MDA).

“Berjenjang, Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan dengan kordinasi terstruktur,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here