Inspektorat Bukan Lembaga Buangan

0
91
PENSIUN : Inspektur Putu Yasa (berdiri) pamitan dengan Bupati Buleleng

BULELENG – Banyak kesan dan kenangan saat seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) memasuki masa pensiun. Selain tak lagi beraktifitas rutin setiap pagi ke kantor, kegiatan serta teman juga tidak lagi sama dan tentu harus segera bisa beradaptasi. Masa transisi, seorang PNS meninggalkan kedudukannya sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) sangat dirasakan I Putu Yasa, dalam mengakhiri tugasnya sebagai PNS dengan jabatan terakhir sebagai Inspektur pada Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng, pertanggal 1 Januari 2021.

“Saya bersyukur dan sangat berterimakasih, diberikan kesempatan untuk melaksanakan tugas sebagai abdi negara sampai dengan umur 60 tahun, pensiun ditempat kerja yang penuh kenangan ini (inspektorat,red),” ungkap Yasa, Kamis (31/12/2020) usai berpamitan dengan Bupati Buleleng serta staf Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng.

Selama bertugas di Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng, kata Yasa yang mengakhiri masa tugas dengan pangkat Pembina Utama golongan IV/C, banyak suka duka bahkan kesan sangat mendalam.

“Awal masuk, tugas di Inspektorat adalah selain kantor yang kecil juga kesan lembaga yang kurang baik, dinilai sebagai tempatnya pejabat ‘buangan’, maaf mudah-mudahan salah,” ujarnya.

Kondisi kantor dan stigma lembaga tersebut, membuat naluri pengabdian tertantang.

“Setelah saya baca dan simak dari literasi yang ada tentang tugas dan fungsi dari lembaga ini, kok justru stigma selama ini terbalik. Inspektorat justru merupakan lembaga terhormat, dimana Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada didalamnya adalah Aparat Sipil Negara (ASN) dengan kualifikasi serta bersertifikasi khusus dalam hal pengawasan termasuk audit.”Ini mungkin yang belum disadari,” ujarnya.

Menurut penjabat Inspektur Daerah Kabupaten Buleleng selama 7 tahun ini, terwujudnya Gedung Inspektorat sebagai performent dari lembaga merupakan suatu kebanggaan.

“Menjadi kesan sangat mendalam, ketika secara perlahan stigma terhadap lembaga ini, bisa berubah. Dari awalnya, sebagai tempat ‘buangan’ (tempat pejabat yang tidak dipakai,red) kini mulai bisa eksis sesuai tugas dan fungsinya sebagai pelaksana SPIP dan APIP sesuai Reformasi Birokrasi yang dicanangkan pemerintah,” tegasnya.

Sesuai MoU Pemkab Buleleng dengan Aparat Kepolisian dan Kejaksaan, Auditor Inspektorat dilibatkan dalam mengaudit dan upaya pembinaan administratif serangkaian pelaksanaan APIP.

“Setelah pensiun, saya berharap Inspektorat tidak lagi sebagai lembaga buangan,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here