11 Perupa Respons Pandemi di Rumah Paros

0
228

GIANYAR – 11 perupa Bali menggelar pameran seni rupa bertema “Diorama Cromatic” di rumah Paros, Jalan  Margapati, Banjar Palak, Sukawati, Gianyar. Pameran berlangsung hingga 20 Januari 2021 dibuka pengamat seni Agus Maha Usadha, Rabu  (30/12/2020).


Sebelas perupa tersebut yakni I Kadek Rudiantara (Aboet ), Made Astika Yasa, Putu Adi Suweca (CYX Daeng), I Kadek Dedy Sumantra Yasa, Ito Joyo Atmojo, I Gede Made Surya Darma, I Made ‘’Lun’’ Subrata, I Ketut Putra Yasa, I Gusti Made Wisatawan, Raden Bagus Surya Ningrat. Mereka menampilkan karya berupa Lukisan, patung dan seni Instalasi.


Made “Kaek” Dharma Susila, founder Rumah Paros merespons positif semangat para perupa untuk memamerkan karyanya. Rumah Paros merupakan sebuah ruang seni yang dibangun berdasarkan konsep Asta Kosala Kosali, sistem arsitektur rumah Bali yang dibangun sejak 20 tahun yang lalu. Bale daja Rumah Paros yang biasanya digunakan untuk menerima tamu, difungsikan sebagai ruang berkesenian. Sebab, seni dan budaya sebagai dasar hospitality sangat penting dilestarikan. “Pameran kali ini sangatlah penting sebagai penutup tahun 2020. Saya menyambut baik semangat teman seniman yang begitu tinggi di tengah kondisi pandemi. Mereka ikut mempersiapkan pameran ini secara kilat yang digagas I Kadek Dedy Sumantra Yasa. Kami memfasilitasi ruangnya sebagai tempat untuk menampilkan karya kreatifnya. Tentu dengan segala keterbatasan di masa pandemi ini. Kami harapkan semua pengunjung menerapkan protokol kesehatan dengan 3 M—memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, menimbang kasus COVID-19 masih melanda dunia,’’ ujar Made Kaek yang juga seniman dan pelaku pariwisata ini.

Pada kesempatan itu, Made Kaek juga mendorong seniman untuk selalu bersemangat. Jangan menyerah memperkaya kegiatan seni dan budaya di Indonesia melalui jalur kesenian. ‘’Sebab, itu merupakan panggilan batin kalian, salah satu dengan membuat karya seni. Kita membuat legacy dalam hidup ini,’’ ujarnya Made Kaek yang sudah melalang buana mengikuti kegiatan kesenian dan juga terlibat dalam pameran Made Wianta dan kawan kawan di Venice Bienale.(sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here