Pembangunan di Gianyar Habiskan Rp 1,2 Triliun, Bank Dunia Tawarkan Pinjaman

0
71
Bupati Gianyar Made Mahayastra didampingi Wakil Bupati Anak Agung Mayun dan Sekda Made Wisnu Wijaya saat pertemuan dengan awak media.

GIANYAR – Selama tahun 2020, Pemkab Gianyar menghabiskan anggaran Rp 1,2 triliun untuk proyek pembangunan. Sumber dana tak hanya dari APBN dan APBD, tapi juga pinjaman yang dikucurkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali senilai Rp 209 miliar serta PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 134 miliar.

Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra mengaku optimis bisa melunasi utang tepat waktu meskipun dalam situasi pandemi Covid-19. Sebab, pinjaman tersebut dinilainya relatif kecil dibandingkan pertumbuhan PAD selama dua tahun ini. “Ini hanya diberikan kepada daerah yang berprestasi. Kalau tidak membangun pasar, rumah sakit, membuat jembatan, maka tidak dapat bantuan ini karena verifikasinya ketat. Gak boleh untuk bangun kantor, AMDK, utility. Dana pinjaman ini bunganya nol persen tanpa biaya administrasi. Ini lebih pas disebut bantuan bukan utang,” kata Mahayastra didampingi Wakil Bupati Anak Agung Mayun dan Sekda Made Wisnu Wijaya saat pertemuan dengan awak media, Rabu (30/12/2020).

Ia menyampaikan, pembayaran pinjaman tersebut baru dilakukan tahun 2023 dan pengembalian modal sampai delapan tahun. 10 tahun mendatang, Mahayastra meyakini nilai uang sudah berubah dan nilai utang mengecil. Dua tahun lalu, kata Mahayastra, PAD hanya Rp 770 miliar dan dua tahun kemudian menjadi Rp 1,6 triliun. “10 tahun ke depan, nilai itu pasti kecil, dan pembayaran bisa kita lakukan dengan cepat. Tidak usah khawatir, DSCR (rasio cakupan pelunasan utang) kita 9,5 persen dari minimal yang boleh melakukan pinjaman 2,5 persen,”ungkapnya dengan nada optimis.

Mahayastra juga mengakui banyak pihak menawari pinjaman, salah satunya Bank Dunia. Ia menyampaikan ada keinginan menambah utang antara Rp 600-700 miliar mengingat dari analisis kemampuan Pemkab Gianyar melakukan pembayaran masih kuat. “Tapi, kita masih pikir-pikir soal penambahan utang ini,” ujarnya.

Sementara, ditanya terkait rencana pembangunan tahun 2021, Mahayastra mengatakan relatif sedikit dari tahun ini. “Tahun depan fokus kita ke pedesaan, mulai dari pengaspalan jalan, dan lainnya yang sifatnya skala kecil,” tandasnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here