Gelontor Sembako, Pelaku Pariwisata Lovina Berharap Wisdom Dibuka

0
199
SEPI : Spice Beach Lovina sepi wisatawan sejak merebaknya Pandemi Covid-19

BULELENG – Dampak Pandemi Covid-19 yang luas dan berkepanjangan, membuat pelaku pariwisata di Kawasan Pariwisata Lovina prihatin. Selain dampak pada kaum lanjut usia (lansia) dan ribuan karyawan yang diberhentikan, beban pemerintah yang makin besar, serta belum adanya skema jelas dalam menggerakkan perekonomian, semakin membuat pelaku pariwisata galau.

“Karena, bantuan berupa paket sembako yang kami galang bersama para pengusaha di Lovina dan anggota dewan, Pak Ketut Widana, maupun bantuan pemerintah mungkin hanya bisa membantu untuk bertahan hidup, mengobati sementara. Bukan menyembuhkan dan terbebas dari Pandemi Covid-19,” tandas Nyoman Arya Astawa, pengelola Spice Beach Club Lovina, Jumat (25/12/2020) usai penyerahan bantuan sembako kepada lansia dan warga masyarakat terdampak Covid-19 di Kantor Desa Kaliasem Kecamatan Banjar.

Didampingi Anggota Fraksi PDIP DPRD Buleleng Ketut Widana dan Prebekel Desa Kaliasem Ketut Sugiarta, pelaku pariwisata yang akrab disapa Mang Dauh ini menegaskan, penguatan masyarakat terdampak Pandemi Covid-19 harus dibarengi terobosan untuk menggerakkan sektor perekonomian.

“Masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjaga imun tubuh karena Pandemi Covid-19 ini kita tidak pernah tahu kapan berahkhir, apalagi ada isu baru dari England dan Australia tentang adanya virus baru yang lebih berbahaya,” tegasnya.

Serahkan bantuan sembako kepada lansia, Mang Dauh (baju merah) berharap wisdom berbasis Prokes dibuka untuk gerakkan perekonomian

Sementara upaya untuk menggerakan perekonomian juga harus dilakukan,antara lain dengan skema menghidupkan ekonomi lokal.

“Seperti Bali, yang 70 persen hidup dari pariwisata,bagaimana menghidupkan kembali wisatawan domestik (wisdom) untuk datang ke Bali, dipadukan dengan kebijakan pemerintah tentang penerapan protokol kesehatan,” tandasnya.

Ketut Widana, Anggota DPRD Kabupaten Buleleng dari Desa Kaliasem Kecamatan Banjar mengatakan, skema pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak Pandemi Covid-19, harus dibarengi dengan terobosan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Antara lain dengan membuka pariwisata secara bertahap, mulai dari wisdom yang tentunya harus diatur tata kelolanya berbasis protokol kesehatan. Sehingga, pariwisata yang dibuka aman dan nyaman bagi wisatawan,” tandasnya.

Dalam mewujudkan terobosan tersebut, semua stakeholder terkait harus dilibatkan sehingga segala kemungkinan atau dampak terkecil dapat diketahui lebih dini, untuk dievaluasi dan disempurnakan.

“Kami bersama pelaku pariwisata di Kawasan Lovina, khususnya Desa Kaliasem dan Prebekel terus mengajak masyarakat untuk disiplin menerapkan Protokol Kesehatan,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here