Dihukum 4 Tahun, Sipir Wanita LP Kerobokan Sesenggukan

0
72
MENANGIS : Sipir LP Kerobokan Luh Eka Ratna Paramita menangis setelah divonis 4 tahun penjara.

DENPASAR – Dari layar komputer, Sipir Lapas Kelas II A Denpasar, Luh Eka Ratna Paramita (26) terlihat berulang kali mengusap air mata menggunakan sapu tangan saat menjalani sidang secara virtual terkait kasus narkoba, Selasa (22/12/2020). Ketua Majelis Hakim Made Pasek memvonis terdakwa hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 1 bulan penjara.

Dalam amar putusan yang dibacakan secara bergantian, hakim menyatakan terdakwa bersalah menyalahgunakan jabatan sebagai petugas sipir yang seharusnya ikut memerangi penyalahgunaan narkoba. Perbuatannya melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. Vonis hakim lebih ringan satu tahun dari tuntutan JPU Suseno dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara. Terkait putusan itu, JPU menyatakan pikir-pikir. Sedangkan terdakwa yang diketahui masih memiliki anak balita itu hanya bisa pasrah sembari menangis sesenggukan.

Sekadar diketahui, sejak awal sidang, terdakwa kekeuh menyangkal tidak tahu ada sabu seberat 4,52 gram dalam charger HP di tasnya. Namun, terdakwa justru mengenal pemilik charger HP tersebut yang merupakan slaah seorang napi narkoba sehingga menjadi pertimbangan hakim.

Terungkapnya upaya penyelundupan narkoba pada Selasa (28/4/2020) itu setelah salah seorang sipir melakukan pemeriksaan barang. (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here