Disinyalir Banyak Penumpang Majukan Jadwal Keberangkatan untuk Hindari Syarat Tes Swab

0
192
Kondisi di salah satu titik penjemputan terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (17/12/2020).

BADUNG – Kedatangan penumpang penerbangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami peningkatan pada H-2 berlakunya surat edaran Gubernur Bali yang mewajibkan membawa surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR.

Menurut praktisi pariwisata I Nyoman Suharta, peningkatan kedatangan penumpang itu disinyalir untuk menghindari syarat hasil negatif uji swab berbasis PCR. Ia mengaku sempat ngobrol dengan beberapa orang penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Tidak sedikit yang bilang begitu. Mereka sengaja datang mendahului untuk menghindari syarat swab. Alasan mereka sederhana karena biaya swab mahal,” kata Suharta, Kamis (17/12/2020).

Suharta mengaku pemberlakuan syarat tes swab tersebut cukup memberatkan terutama dari segi biaya. Menurutnya, kesehatan bersama bisa saja digunakan sebagai alasan. Apalagi jika itu dikaitkan dengan tujuan demi meningkatkan kepercayaan internasional terhadap Bali. “Tapi, kenapa yang masuk Bali melalui jalur darat dan laut cukup Rapid Test Antigen ? Jika alasannya kesehatan, kenapa itu dibedakan ? Khan keduanya sama-sama masuk Bali,” ujarnya heran.

Terpisah, Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Taufan Yudhistira mencatat kedatangan penumpang,Rabu (16/12/2020) mencapai 10.020 orang dengan 87 pesawat.Sedangkan keberangkatan di hari itu 7.494 orang dengan 88 pesawat.

Angka kedatangan tersebut diprediksi kembali meningkat, Kamis (17/12/2020) karena ada 101 pesawat menjadwalkan penerbangan ke Bali. “Kemarin 10.020 penumpang dengan 87 penerbangan. Sementara hari ini, prediksi flight sebanyak 101. Jadi bisa dikira-kira berapa penumpangnya,” ungkapnya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here