Gelar Mahakarya Kutus-kutus Dimasa Pandemi, Ini Penjelasan Penyelenggara

0
576

Lolasi mahakarya kutus-kutus digekar saat Pandemi Covid-19


BULELENG – Sorotan tajam berbagai kalangan terhadap pagelaran ‘Mahakarya Kutus-kutus’ yang melibatkan ratusan peserta di Krisnha Oleh Oleh Desa Temukus Kecamatan Banjar, disikapi serius panitia penyelenggara. Selain memaparkan seluruh rangkaian kegiatan peringatan 7 tahun PT. Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto selaku owner perusahaan minyak herbal tersebut, juga menegaskan maksud dan tujuan kegiatan yang digelar pada masa Pandemi Covid-19.

“Selain sebagai bentuk rasa syukur kami sebagai owner, memperingati 7 tahun Perusahaan Kutus Kutus Herbal secara internal bersama agen dan sales, sejumlah 400 orang, bukan 600 orang, Mahakarya Kutus Kutus juga digelar untuk membangkitkan semangat masyarakat dari keterpurukan selama 8 bulan lebih akibat Pandemi Covid-19,” tandas Bambang Pranoto, Sabtu (12/12/2020) usai menggelar pertemuan dengan group band dan artis di Kutus Kutus Sunari Beach Lovina.

Didampingi Ayu Saraswati dari Krisnha Oleh Oleh, Bambang Pranoto menegaskan, Mahakarya Kutus Kutus ini digelar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, sesuai arahan aparat kepolisian dan Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng.

“Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, dari mulai peserta tiba harus menjalani test suhu dengan thermogran, memakai masker dan menjaga jarak serta cuci tangan sesuai 3M yang disarankan pemerintah,” jelasnya. Selain penerapan Prokes secara ketat, kehadiran peserta pada dua lokasi kegiatan juga dibagi sehingga mengurangi kerumunan.”Sebanyak 400 orang peserta yang hadir, 200 kemarin di Krisnha dan lainnya di Sunari. Demikian juga hari ini, 200 peserta yang hadir juga diatur tempat duduknya, menggunakan tikar dengan jarak sesuai protokol kesehatan,” terangnya.

Dengan pola pertunjukkan yang mengacu pada prokes dan diawasi ketat Satgas Covid-19, Bambang Pranoto berharap rangkaian peringatan 7 Tahun Kutus Kutus Herbal dapat terlaksana dengan lancar dan peserta aman dari penyebaran Covid-19 .

“Hal ini sudah kami atur bersama aparat kepolisian dan Satgas Covid-19 Buleleng, dan kami laksanakan dengan ketat prokes yang disarankan. Tidak ada kerumunan, seluruh peserta diatur tempat duduknya, sebelum masuk cuci tangan, di thermogan, kemudian pakai masker,” tandasnya.

Bambang berharap, Mahakarya Kutus Kutus Berbasis Prokes ini tidak hanya dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam menggerakkan perekonomian, tapi menjadi model kegiatan yang bisa dilakukan ditengah pendemi.

“Seperti saat kami lakukan paska Bom Bali, Mahakarya Kutus Kutus juga kami harapkan dapat membangkitkan semangat masyarakat Bali untuk beraktifitas, karena kita tidak tahu kapan Pandemi Covid-19 berakhir,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here