Meninggal Dunia Tiga Orang, Buleleng Kembali Zone Oranye

0
52

BULELENG – Pasien meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19, kembali terjadi di Kabupaten Buleleng. Dari laporan Tim Medis Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Buleleng sebanyak 3 pasien dari Kecamatan Buleleng dilaporkan meninggal dunia. Adanya korban meninggal dunia, penambahan 13 kasus konfirmasi, meskipun terdapat 13 pasien sembuh, membuat status penyebaran Pandemi Covid-19 berubah dari Zone Kuning (resiko rendah) kembali ke Zone Oranye (resiko sedang).

“Ada tiga pasien dilaporkan meninggal dunia, membuat Buleleng kembali menjadi Zone Oranye atau daerah yang penyebaran Covid-nya beresiko sedang,” ungkap Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Kamis (10/12/2020) usai acara peninjauan dan pengarahan pedagang Pasar Banyuasri.

Sesuai laporan Tim Medis, kata Suyasa yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, dari 3 orang pasien meninggal dunia ini, 2 diantaranya tidak memiliki catatan ‘komorbid’ (penyakit penyerta,red). Masing-masing, seorang laki-laki berumur 53 tahun dari Kecamatan Buleleng, dengan kronologis pasien masuk isolasi RS Kertha Usada tanggal 5 Desember 2020 pukul 18.00 Wita.

“Sempat mendapat perawatan, pasien yang masuk dengan keluhan sesak nafas, batuk berdahak, demam, mual dan nyeri tenggorokan ini dinyatakan meninggal dunia Rabu, 9 Desember 2020, tanpa ada catatan tentang status komorbid,” urainya. Demikian juga dengan pasien, seorang laki-laki berumur 67 tahun berasal dari Kecamatan Buleleng, yang masuk RSU Kerta Usada pada tanggal 7 Desember 2020 pukul 19.00 Wita.

Pasien yang masuk RSU Kertha Usada Singaraja dengan keluhan sesak nafas dan batuk sejak minggu lebih ini, dinyatakan meninggal dunia, Selasa (8/12/2020).

“Dari hasil pemeriksaan medis serta keterangan keluarga, pasien tidak memiliki riwayat penyakit/komorbid,” terangnya.

Sementara 1 pasien lainnya, seorang perempuan berumur 69 tahun, berasal dari Kecamatan Buleleng, dinyatakan meninggal dunia, Selasa (8/12/2020) dengan komorbid jantung.

“Kronologisnya, pasien masuk dan isolasi di RSU Kertha Usada tanggal 4 Desember 2020 dengan keluhan demam sejak lima hari, muntah setiap makan, lemas, sesak nafas dan pendarahan spontan. Dari pemeriksaan medis dan keterangan keluarga, pasien memiliki riwayat penyakit jantung,” tandas Suyasa.

Dengan adanya 3 kasus meninggal dunia, penambahan 14 kasus konfirmasi dan 13 pasien sembuh tersebut, maka akumulasi kasus konfirmasi sampai dengan Kamis (10/12/2020) sebanyak 1.209 orang. Dengan rincian, sebanyak 1.091 orang dinyatakan sembuh, 61 orang meninggal dunia, 41 orang menjalani isolasi di Buleleng dan 16 orang isolasi di luar Buleleng. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here