Lahan Mati Eks Galian C Mulai Dibongkar, Diawali Normalisasi Tukad Unda

0
627
Gubernur Bali I Wayan Koster saat meresmikan peletakan batu pertama proyek pengendalian banjir Tukad Unda ditandai dengan membunyikan sirene

KLUNGKUNG- Lahan mati di eks galian C di Kabupaten Klungkung seluas sekitar 300 hektar sebentar lagi bakal menjadi sebuah kawasan memiliki nilai ekonomis tingggi. Menyusul hadirnya proyek Pusat Pengembangan Budaya Bali yang diluncurkan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster.

Menandai mega proyek itu, diawali dengan proyek pengendalian banjir (normalisasi Tukad Unda) yang mulai dikerjakan Desember 2020. Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kajati Erbagtyo Rohan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Ketua DPRD AA Gde Anom serta Pjs Bupati Karangasen Wayan Serinah, melakukan peletakan batu pertama, pertanda proyek dimulai,Senin (30/11/2020) di eks galian C Desa Tangkas, Klungkung.

Menurut gubernur, selama ini eks galian C di Kabupaten Klungkung merupakan kawasan tidak produktif. Apalagi kawasan di hilir ini sudah tidak beraturan, akibat erupsi Gunung Agung tahun 1963 dan 2017 lalu. “Sehingga normalisasi dilakukan dengan harapan dapat mengembalikan alur sungai untuk pengendalian banjir, maupun aliran lahar dingin jika terjadi banjir lahar dingin saat ada erupsi Gunung Agung,” tandas Gubernur I Wayan Koster.

Normalisasi alur Sungai Unda ini akan dilakukan dari hulu yakni di Tukad Yeh Sah di Kabupaten Karangasem hingga di hilir yakni di wilayah eks galian C di Kabupaten Klungkung. Koster juga menegaskan, pembangunan pusat kebudayaan Bali yang terintegrasi dengan kepariwisataan merupakan salah satu implementasi visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur I Wayan Koster. “Pak gubernur secara bertahap mengimplementasikan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sudah lama kami memimpikan (pusat kebudayaan terwujud). Tapi kami di daerah ibaratnya nafsu besar tenaga kurang. Kalau tidak ada koordinasi dan komunikasi tidak mungkin bisa terwujud,” ungkap Bupati Suwirta.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida,
Maryadi Utama menambahkan Tukad Unda merupakan daerah aliran sungai (DAS) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku air untuk Kabupaten karangasem dan kabupaten lainnya.

“Ancaman yang ada bencana lahar Gunung Agung. Meliht permasalahan di eks galian C, adanya kerja sama Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida melakukan paket pekerjaan pengendalian banjir Tukad Unda, dengan nilai proyek Rp 200 miliar lebih,” demikian Maryadi Utama. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here