Gede Dana Siap Angkat Martabat Nelayan Hingga Kelompok Tenun Khas Karangasem Jika Menangi Pilkada

0
88
Kampanye Dana-Dipa dihadiri Jetua DPD PDIP Bali I Wayan Koster. Kandidat janjikan angkat kesejahteraan nelayan dan pelaku UMKM

KARANGASEM – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Gede Dana – Wayan Artha Dipa melakukan kampanye virtual bersama 30 kelompok tani, nelayan, tenun, anyaman dan UMKM se-Kabupaten Karangasem,di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem, Minggu (29/11/2020).

Berbagai aspirasi disampaikan oleh para peserta kampanye dihadapan paslon dengan slogan Dana-Dipa, seperti para nelayan dari Tulamben, Kecamatan Kubu, Komang Patra yang mengharapkan adanya asuransi untuk nelayan dan produk hukum seperti Perda Nelayan agar segera terealisasi, sehingga segala aktivitas di pesisir laut bisa dilindungi.

“Kami siap memenangkan nomor 1, Dana-Dipa agar Karangasem memiliki Perda Nelayan hingga tempat untuk menjual hasil panen ikan guna mempercepat kesejahteraan masyarakat di pesisir,” kata Patra seraya menyebutkan jumlah kelompok nelayan di Tulamben mencapai 60 kelompok, selain menjadi nelayan di Tulamben masyarakatnya juga menjadi petani garam kelas madya dan kelas pemula.

Sementara Kelompok Anyaman Pering Sari, Selat bersama Kelompok dagang di Rendang, kelompok tenun di Sidemen dengan nada kompak siap mengawal dan memenangkan Gede Dana – Wayan Artha Dipa dari Nomor 1 pada tanggal 9 Desember 2020 ini.

Karena kemenangan Dana-Dipa sangat mereka tunggu-tunggu untuk nantinya bisa mengakomodir permohonan bantuan modal, pengembangan produksi hasil kerajinan hingga membantu pemasaran, dan memfasilitasi kegiatan pelatihan membuat anyaman dan mendesain kain tenun.

Mendengar segala masukan tersebut, calon Bupati Karangssem yang diusung Partai PDI Perjuangan dan Partai Hanura, Gede Dana menegaskan apa yang disampaikan para nelayan, kelompok anyaman, kelompok tenun, hingga pelaku UMKM akan serius dilaksanakannya, apabila seluruh masyarakat Karangasem mencoblos nomor 1.

“Masalah yang disebutkan itu sejatinya sudah ada solusinya dalam visi kami yakni, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru dengan memiliki arah program pembangunan yang mencakup 5 bidang prioritas yakni (1) pangan, sandang, dan papan, (2) kesehatan dan pendidikan, (3) jaminan sosial dan ketenagakerjaan, (4) adat, agama, tradisi, seni dan budaya, (5) serta pariwisata,” jelas Gede Dana sembari mengatakan untuk nelayan dirinya sudah menyusun rencana adanya pembangunan zona pelelangan ikan, sehingga disaat musim panen tidak lagi ada harga yang terjual murah dan para nelayan merugi.

“Karena dalam pemasarannya kami akan tugaskan Badan Usaha Milik Daerah untuk memasarkan hasil panen ikan tersebut,” katanya.

Kemudian Gede Dana dan Wayan Artha Dipa juga akan memfokuskan pemberian bantuan modal, kegiatan pendampingan dan pelatihan, mencarikan desainer tenun, hingga segala hasil produksinya akan dimanfaatkan oleh pemerintah salah satunya berupa mewajibkan seluruh ASN, tenaga kontrak, hingga stakeholder pemerintahan lainnya untuk menggunakan pakian dari hasil tenun di Karangasem.

“Kami serius untuk mengabdikan diri untuk Karangasem dengan ngayah secara skala dan niskala untuk membangun Karangasem secara fokus, lurus, dan tulus,” tegasnya.

Kampanye yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini juga dihadiri langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster. Dalam pidatonya, Koster mengatakan, ia serius ingin memajukan Karangasem, karena Kabupaten yang berada di timur Pulau Bali ini kondisinya sangat tertinggal dari kabupaten/kota di Bali. Padahal memiliki potensi yang melimpah dibidang pertanian, adat, seni, budaya, pariwisata, hingga pesisir laut.

Selain diimbangi dengan adanya kekuatan niskala yang begitu luar biasa, sampai Karangasem ini memiliki taksu dan ‘tenget’ atau sakral. Memajukan kembali Kabupaten Karangasem ini, kata Koster, diperlukan bupati dan wakil bupati yang memiliki keharmonisan program dari kabupaten dengan provinsi, hingga ke Pemerintah Pusat, dan bupati-nya mudah diajak berkomunikasi, serta berkoordinasi untuk menyusun program yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, saatnya pada 9 Desember 2020 datang ke TPS coblos Nomor 1, Dana-Dipa, karena Gede Dana dan Wayan Artha Dipa siap bekerja memimpin pemerintahan, menjalankan pembangunan, melayani masyarakat dengan fokus, tulus, lurus, dan saya sudah ingatkan tidak boleh mementingkan kepentingan pribadi, hingga bermain proyek di APBD,” jelas mantan anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan.(wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here