PLN UID Bali Catat Penurunan BPP, Diskon Tambah Daya Sampai Akhir Desember

0
78
Senior Manager Perencanaan PLN Bali, Putu Putrawan.

DENPASAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali mencatat adanya penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik dengan selisih penjualan listrik dan BPP sebesar Rp 72/kWh. Penurunan tersebut dipengaruhi harga transfer price, kurs dollar, inflasi serta harga minyak mentah (energy primer).

Senior Manager Perencanaan PLN Bali Putu Putrawan menjelaskan, penurunan BPP di Bali merupakan hasil upaya efisiensi yang dilakukan PLN dengan meningkatkan penjualan, menurunkan biaya operasional, dan masuknya energy primer yang lebih murah sesuai Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). “Setelah menghitung realisasi BPP pada Oktober 2020 sebesar Rp 1.186/kWh dan penjualan sebesar Rp 1.258/kWh, terdapat penurunan BPP yang signifikan hingga 6,01%, dan ini berarti PLN Bali semakin efisien,” jelasnya, Jumat (27/11/2020).

Ia menegaskan, penurunan BPP sangat penting. Tujuannya agar listrik semakin terjangkau bagi masyarakat. Sebagai pedoman bagi PLN dan pelaku usaha di bidang kelistrikan, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan BPP Pembangkit melalui Kepmen ESDM nomor 55K/20/MEM/2019 tentang Besaran Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan PLN yakni untuk Wilayah Bali sebesar Rp 985/kWh. “Penetapan BPP Pembangkit ini digunakan sebagai acuan dalam pembelian tenaga listrik oleh PLN apabila terdapat Pembangkit / Independet Power Producer (IPP) Baru,”tegasnya.

Putu menambahkan, pengembangan Energi Baru Terbarukan juga dapat menjadi salah satu upaya PLN untuk menurunkan BPP. “Dengan masuknya tambahan Energi Primer yaitu PLTS Bali Timur dengan harga sekitar 5,8 Cent USD/kWh dan Bali Barat 6,2 Cent USD/kWh tahun 2022, BPP bisa turun lagi,” pungkasnya. Harapannya Jawa Bali Connection (JBC) bisa terealisasi di tahun 2025 dengan kapasitas 2.000 MW, dan Bali akan memiliki cadangan reserved sharing yang berkecukupan sehingga harga Rupiah/kWh akan makin murah dari pembangkit – pembangkit yang ada di Bali.

Saat ini, Bali memiliki Kapasitas Daya Mampu sebesar 1.305,80 MW, dan Beban Puncak per September 2020 sebesar 674,3 MW. Ini berarti terdapat penurunan konsumsi listrik hingga 24% dibandingkan Oktober 2019. Terdapat cadangan daya atau reserve margin pada  September 2020 sebesar 92% atau 617,8 MW yang menandakan keamanan pasokan daya listrik. Peluang bagi masyarakat yang ingin tambah daya atau pasang baru sangat terbuka khususnya bagi Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Kecil Menengah yang memiliki minat melakukan tambah daya dapat memanfaatkan Promo Super Merdeka diskon hingga 75% yang diperpanjang hingga 31 Desember 2020.

Tarif Bisnis dan Industri tegangan rendah mulai dari daya 450 VA sampai dengan daya 13.200 VA dengan pilihan daya akhir sampai dengan daya 16.500 VA. Masyarakat yang ingin menikmati promo ini dapat langsung menghubungi PLN melalui contact center PLN 123, website pln.co.id, atau aplikasi PLN Mobile.(sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here