Gelar Tajen Saat Pandemi Covid-19, Mantan Polisi Dibekuk

0
230
Kapolsekta Singaraja Kompol I Made Santika geber penindakan tajen untuk cegah klaster penyebaran Covid-19

BULELENG – Lantaran menggelar tajen (sabung ayam,red) saat Pandemi Covid-19, mantan anggota Polri I Ketut Metriya (54) beralamat Jalan Setiabudi Lingkungan Penarungan Kelurahan Penarukan terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Selain penyelenggara, pada operasi penindakan yang dilaksanakan Jumat (20/11/2020) pukul 16.30 Wita, Tim Street Lion Polsek Kota (Polsekta) Singaraja juga mengamankan 2 ekor ayam mati, taji (pisau ayam,red) dan uang tunai Rp 150 ribu sebagai barang bukti.

“Penindakan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dan khawatir terjadi penyebaran Covid-19 dari klaster tajen,” tandas Kapolsekta Singaraja, Kompol I Made Santika, Kamis (26/11/2020) saat menggeber kasus ini di Mapolres Buleleng.

BACA JUGA:   Belasan Pegawai di Pemkab Jembrana Terinfeksi Covid-19

Didampingi Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, mantan Kasubbagpsipol Banpsi Ro SDM Polda Bali ini memaparkan, penindakan dilakukan berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya kerumunan warga pada arena judi sabung ayam/tajen di halaman rumah milik pelaku di Jalan Setiabudi Lingkungan Penarungan Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng.

“Menurut informasi masyarakat, judi sabung ayam atau tajen tersebut sudah berlangsung dari beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan laporan masyarakat, Tim Street Lion dipimpin Kanit Reskrim Iptu Ida Bagus Astawa melaksanakan penyelidikan dan tindaka tegas, mengamankan penyelenggara beserta barang bukti,” terangnya.

BACA JUGA:   Gelar Pameran IKM Bali Bangkit II, Ny. Putri Koster Ajak Perajin Jaga Kualitas dan Warisan Leluhur

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan barang bukti yang diamankan, kata Kapolsek Santika, pelaku mengakui perbuatannya, menyelengggarakan permainan judi sabung ayam atau tajen dirumahnya dengan maksud agar mendapatkan keuntungan yang dapat digunakan untuk kelangsungan hidupnya.

“Terhadap pelaku disangka telah melakukan tindak pidana perjudian sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 303 Ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) ancaman hukuman pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah,” tandas Kapolsek Santika seraya mengimbau masyarakat agar tidak menggelar kegiatan berpotensi menimbulkan kerumunan orang untuk mencegah penyebaran Covid-19. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × four =