Tanpa Wisman, Laju Perekonomian Bali Malandai

0
120
Rizki Ernadi Wimanda selaku Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, memaparkan kondisi ekonomi Bali.

DENPASAR – Kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dan Bali khususnya diprediksi baru normal kembali tahun 2023. Laju pertumbuhan ekonomi akibat  kondisi ini dipastikan melandai.

Menghadapi persoalan itu, perlu langkah-langkah strategis yang diambil semua pihak tidak terkecuali pemerintah. Semisal mengalihkan pasar wisatawan domestik datang ke Bali, percepatan absorpsi belanja pemerintah (termasuk belanja Pemda) dapat dijalankan dengan baik serta adanya akselerasi kredit Bank (termasuk BPD) ke sektor riil UKM dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian.

Demikian diungkapkan Deputi Kepala Perwakilan  Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda di sela-sela obrolan santai BI bareng Media di Puri Santrian, Sanur , Selasa (24/11/2020). Ia menjelaskan, pembukaan sektor utama dengan disiplin ketat protokol CHSE serta digitalisasi UMKM dan mendorong Gerakan Bangga Buatan Indonesia diyakini dapat menahan penurunan laju perekonomian.

Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan, Badan Tourism Dunia (WTO) memprediksi baru pulihnya sektor tourism 2,5 tahun hingga 4 tahun.” Artinya, paling cepat tahun 2023. Itupun di semester kedua baru mulai ada gerakan ke arah normal. Jadi, hingga saat ini, tak satupun negara di dunia  membuka akses ke Indonesia walaupun Bali menyatakan diri siap menerima wisatawan asing. Nah, sebagai alternatif wisatawan nusantara atau domestik bisa digenjot,ā€¯jelasnya.

Terkait inflasi Bali tahun ini,  Rizki didampingi Leo Ediwijaya selaku Kepala Tim KPwBI Provinsi Bali memperkirakan melandai dibanding tahun 2019. “Penyebabnya karena rendahnya tekanan inflasi di seluruh kelompok barang. Beberapa faktor pendorong melandainya inflasi 2020 yaitu penurunan permintaan barang tahan lama, penurunan biaya angkutan udara, serta penurunan permintaan bahan makanan masyarakat dan industri,” ungkapnya.

TPID akan terus menjaga tekanan inflasi agar berada pada tingkat yang stabil dan mendukung perekonomian Provinsi Bali.  (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here