Beh, Tulisan Aksara Bali di Alun-alun Kota Gianyar Keliru

0
112
KELIRU : Tulisan Aksara Bali depan Alun-alun  Kota Gianyar ditutup.

GIANYAR – Tulisan aksara Bali di alun-alun Kota Gianyar menjadi sorotan masyarakat. Sebab, terjadi kekeliruan dalam penulisan kata Gianyar yang  bila diterjemahkan ke tulisan latin dibaca ‘Gihanyar’.

Kekeliruan itu dibenarkan Kordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali I Wayan Swarmaja yang dikonfirmasi, Selasa (24/11/2020).  Ia menjelaskan, di bagian (Gia) dalam penulisan Gianyar sesuai uger-uger atau aturan penulisan seharusnya menggunakan “nania” atau gantungan “Ya”. “Jika kita salin aksara Bali yang dipasang itu maka dibaca Gihanyar. Seharusnya, ketika dalam satu kata i dan a, maka diganti menggunakan nania,” jelasnya.

Tak hanya Gianyar,  penulisan aksara bali alun-alun juga dibaca halun-alun. Hanya, Suarmaja menegaskan tidak masalah. Sebab, jika menuliskan nama maka boleh menggunakan huruf ha. “Dalam tulisan alun-alun tersebut juga terbaca Halun-alun. Namun karena nama, jadi boleh saja. Jadi tulisan Gianyar saja yang  diperbaiki,” ungkapnya.

Bupati Gianyar Made Mahayastra menegaskan kesalahan penulisan tersebut murni dilakukan pihak rekanan. Sampai saat ini, proyek tersebut belum diserah terimakan ke Pemkab Gianyar.  “Nanti kita informasikan untuk diperbaiki. Saat ini proyek masih kewenangan pihak rekanan karena belum serah terima. Proses pengerjaan juga masih berlangsung,” ujarnya.

Sementara pantauan di lapangan, tulisan aksara Bali tersebut telah ditutup menggunakan kain. Bahkan pada malam hari lampu yang memperlihatkan tulisan tersebut juga dimatikan. Jadi jika dilihat dari jalan tulisan itu nampak tidak terlihat.

Berdasarkan data Pemkab Gianyar, alun-alun Gianyar ini merupakan salah satu proyek besar di Kabupaten Gianyar tahun ini. Anggaran yang gelontorkan Pemkab Gianyar sebesar Rp 22 miliar lebih. Bentuk proyek ini adalah mempercantik Lapangan Astina yang sebelumnya hanya lapangan biasa yang relatif kumuh. Namun saat ini diubah menjadi taman kota yang megah. Terdapat trotoar luas dengan bahan batu alam. Tak sampai di situ, dalam memberikan tampilan rapi, semua jenis kabel yang melintang di kawasan taman ditanam dalam tanah.  (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here