Warga Lebu Siap Dukung Dana-Dipa, Selat Duda Targetkan Kemenangan 75 Persen

0
450
Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster saat mendampingi kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa di wantilan Banjar Adat Jangu, Desa Adat Duda, Selat.

KARANGASEM –Warga Desa Adat Lebu, Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, menyatakan dukungan kepada pasangan calon bupati-wakil bupati Karangasem, nomor urut 1, Gede Dana-Wayan Arta Dipa (Dana-Dipa), pada Pilkada 9 Desember 2020.

Hal itu disampaikan tokoh masyarakat Desa Adat Lebu, I Wayan Darmanta, dihadapat Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster saat melakukan kampanye kemenangan Calon Bupati Karangasem, Gede Dana dan Cawabup, I Wayan Artha Dipa (Dana-Dipa) dari nomor urut 1, di wantilan desa adat setempat, Minggu (22/11/2020).

Darmanta menjelaskan masyarakat Lebu, sebagian besar berprofesi sebagai petani dan sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Kabupaten Karangasem agar bisa menuntaskan masalah irigasi pertanian yang sudah bertahun-tahun luput dari perhatian. Berbagai proposal sudah diajukan, namun sampai saat ini belum mendapatkan respon dari pemangku kebijakan di kabupaten ujung timur Bali itu.

“Petani kami paling capek mencari air. Debit air irigasi sangat kecil, karena terowongan air tertimbun longsoran bebatuan. Kami berdoa Dana-Dipa pada 9 Desember nanti bisa memenangkan pertarungan ini, sehingga kedepanya persoalan irigasi yang kami hadapi sekarang secepatnya bisa terselesaikan,” harapnya.

Pada Pilkada 9 Desember 2020, kata Wayan Darmanta, warga Lebu akan serius beramai-ramai datang ke TPS untuk mencoblos dan memenangkan nomor 1, Dana-Dipa.

“Kami target Dana-Dipa menang 95 persen disini,” tegas Wayan Darmanta yang disambut pekikan merdeka oleh warga yang hadir.

Tidak hanya warga masyarakat Lebu yang menginginkan kemenangan Dana-Dipa pada Pilkada Karangasem 9 Desember 2020. Masyarakat Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, juga ikut menyuarakan kemenangan itu. Pada kampanye yang dipusatkan di wantilan Banjar Adat Jangu, usai kampanye di lebu, tokoh masyarakat Duda yang hadir dalam kampanye tersebut menargetkan kemenangan 75 persen untuk pasangan calon dengan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali itu.

“Kami inginkan perubahan. Kami sangat mendambakan pemimpin yang fokus, tulus, lurus dan lascarya ngayah untuk kemajuan Karangasem kedepan,” ucap tokoh masyarakat Desa Adat Duda, I Nengah Suardana.

Sementara itu, dalam kampanyenya di Lebu, Cabup Karangasem Gede Dana yang didampingi Wayan Artha Dipa mengatakan, masalah saluran irigasi pertanian harus segera diatasi, terlebih pertanian merupakan sumber penghidupan terutama dalam penguatan pangan.

Hal itu, kata Gede Dana sangat selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Karangasem Era Baru, yang memuat lima program prioritas, yakni dibidang pangan, sandang dan papan. Selain bidang pariwisata, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, serta bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya.

“Karena penguatan pangan sumbernya dari pertanian, maka masalah terowongan irigasi ini akan menjadi perhatian saya disaat semua masyarakat Karangasem memenangkan Dana – Dipa,” kata Gede Dana seraya membocorkan, bahwa dirinya bersiap melakukan koordinasi ke Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk menata irigasi di Karangasem, apalagi Pemerintah Pusat juga memiliki perhatian yang sangat serius untuk menata irigasi ini.

Agar cita-cita tersebut terwujud, dihadapan masyarakat Desa Adat Lebu Gede Dana mohon dukungan suara agar 9 Desember 2020 mencoblos momor 1.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, menegaskan, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana harus bisa dijalankan di seluruh Bali, termasuk Karangasem.

“Karangasem, merupakan kabupaten yang sangat sakral. Kalau kesakralan ini bisa kita jaga dan diimbangi oleh bupati-nya yang baik, tulus, fokus, serta lurus dalam membangun, mestinya rakyat Karangasem sudah sejahtera, dan meningkat perekonomian,” ujar Koster.

Menurur Koster, Karangasem ini memiliki potensi yang bisa meningkatkan perekonomian rakyatnya. Selain memiliki minuman tradisional berupa arak Bali, juga memiliki komuditi salak Bali yang tidak ada duanya di Bali.

Karangasem, laniut dia juga memiliki kain tenun yang unik, yakni kain gringsing di Desa Tenganan, kain songket Sidemen, dan kain tenun Seraya.

“Kalau ini dijalankan dengan baik, Karangsem dan Bali akan semakin kuat untuk bersaing dikancah lokal, nasional, dan global,” katanya.

Dihadapan masyarakat Lebu dan masyarakat Duda, Koster mengaku, secara khusus datang ke Karangasem berkampanye untuk memenangkan Dana-Dipa pada Pilkada 9 Desember nanti.

“Jika Gede Dana dan Wayan Artha Dipa menang, akan sangat mudah nanti menjalankan pemerintahan dan pembangunan di Karangasem, apalagi anggaran di Karangssem kecil sekali, maka perlu mendapatkan dukungan dari Provinsi dan Pusat,” kata Koster, seraya menabahkan, bahwa Dana-Dipa tidak mau membeli suara di Pilkada ini, namun bekerja dengan tulus.

“Gede Dana dan Wayan Artha Dipa, juga sangat siap ngayah total secara skala dan niskala, bekerja dengan fokus, tulus dan lurus untuk membangun Karangasem,” pungkasnya. (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here