Nusa Penida Masih Krisis Air, Suwirta Kecewa, Semprot Pegawai UPT Guyangan

0
272
Kecewa Nusa Penida Krisis Air; Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengumpulkan pegawai UPT Guyangan dan pegawai Balai Wilayah Sungai Bali Penida

KLUNGKUNG- Sebagian Kepulauan Nusa Penida sampai saat ini masih mengalami krisis air bersih. Masalah ini seperti masalah klasik dan menjadi ironi, sebab kepulauan di seberang Selat Badung itu memiliki dua sumber mata air dengan debit air cukup besar.
 
Kepulauan Nusa Penida memiliki dua sumber mata air dengan debit cukup besar yakni sumber mata air Penida dan sumber mata air Guyangan. Sayangnya, dari dua sumber mata air tersebut, sumber mata air Guyangan belum dikelola dengan maksimal. Kondisi ini pula membuat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kecewa berat. Bupati I Nyoman Suwirta mengumpulkan pegawai Balai Wilayah Sungai Bali Penida, petugas UPT Guyangan selaku pelaksana tehnis di lapangan dan pegawai PDAM Klungkung, Minggu (22/11/2020) di Lobby The Angkal Resot, Desa Suana, Nusa Penida.
 
Bupati asal Ceningan, Nusa Penida ini menyatakan kecewa atas kinerja pegawai tehnis. Bahkan ia menyemprot dengan nada keras pegawai tehnis karena keterangan mereka tidak satu bahasa justru berbeda-beda ketika ditanya soal belum meratanya warga menikmati air Guyangan.

Padahal infrastrukturnya sudah terbangun seperti reservoar hingga berjumlah lebih dari dua reservoar. Namun tidak semua reservoar berisi air, sehingga air tidak mengalir hingga ke rumah warga, salah satunya di Desa Batukandik.
 
“Saya akan telurusi pompa yang hidup selama 24 jam yang mana airnya bisa dialirkan ke reservoir satu, dua hingga reservoir enam,” ujar Bupati Suwirta didampingi Direktur PDAM Klungkung Nyoman Renin Suyasa, Kadis PUPR Klungkung, Anak Agung Gede Lasmana.
 
Bupati I Nyoman Suwirta kecewa, sebab masalah krisis air bersih di Nusa Penida sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Disisi lain, Suwirta ingin menggenjot program 100 persen air bersih agar sudah tuntas. Belum lagi, Nusa Penida berkembang menjadi salah satu sentra industri pariwisata di Bali. Namun, masalah air bersih justru belum teratasi, dikhawatirkan kondisi itu bisa berdampak citra kepariwisataan Bali.  
 
Dirinya minta pegawai UPT Guyangan dan pegawai Balai Sungai Wilayah Bali Penida tidak sekedar menjalankan rutinitas saja, tapi juga punya rasa malu ketika sebagian warga Nusa Penida belum menikmati air bersih.

“ Rasa memiliki harus ditingkatkan dengan kerja sama agar masyarakat kita mendapatkan air. Saya tugaskan semua staf untuk menjaga di masing masing reservoir, menguji dengan pemenuhan air di semua reservoir yang ada sehingga air bisa mengalir ke rumah warga,” kata Bupati I Nyoman Suwirta.

Suwirta berjanji akan terus berkoordinasi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster agar pengelolaan air Guyangan bisa diserahkan kepada Pemkab Klungkung. (yan)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here