Bedah Desa di Batukandik, Bupati Suwirta Rela Mandi Keringat

0
100
Bupati I Nyoman Suwirta bersama rombongan saat bedah desa di Desa Batukandik,Nusa Penida

KLUNGKUNG- Seperti tidak mengenal rasa lelah, dibawah terik sinar matahari menyengat tubuh,Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama tim dari instansi terkait menyusuri setiap sudut desa untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, baik potensi maupun masalah yang ada. Suwirta pun rela mandi keringat.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta kembali melanjutkan program bedah desa di Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (21/11/2020).

Bupati Suwirta blusukan dari pagi hingga sore melihat satu tempat ke tempat lainnya guna mengatasi permasalah yang ada di desa seperti penanganan air bersih, infrastrukur, pendidikan, keluarga miskin dan potensi desa yang menjadi persoalan dasar di masyarakat belum sepenuhnya bisa diselesaikan.

“Melalui program bedah desa ini apa yang menjadi kelemahan, permasalah yang ada di desa saya tidak akan menjauh, jrustu saya akan menuntaskan permasalahan yang ada,” ujar Bupati Suwirta sambil menelusuri setiap sudut Desa Batukandik.

Masalah infrastruktur jalan, pihaknya mengakui di Desa Batukandik banyak sekali jalan yang belum tuntas, karena wilayahnya luas, hal ini memerlukan kerja keras. Pihaknya menugaskan perbekel untuk menginventarisir akses jalan desa yang akan diserahkan ke kabupaten sehingga bisa ditangani melalui dana kabupaten.

“Semoga tidak ada refocusing ( penyesuaian) anggaran lagi, sehingga tahun 2021 bisa diselesaikan. Sisanya akan dilanjutkan dengan perencanaannya, tetapi desa agar memastikan dulu pembebasan lahannya,” tandas Bupati Suwirta.

Hal yang paling parah yakni masalah air bersih. Sumber mata air guyangan yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida belum maksimal dirasakan manfaatnya oleh warga setempat.

Bupati Suwirta langsung berkonsultasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster terkait pengalihan pengelolaan. “Sudah adanya reservoir ada pipa induk, tapi setetespun tidak ada air di reservoir yang di atas,” kata Bupati Suwirta.

Melihat hal tersebut, bupati langsung menelusuri dimana tersendatnya sehingga sama sekali tidak ada air mengalir.

PDAM pun mencoba reservoir 1 untuk dipenuhi sehingga bisa dialirkan ke resevoir 2, 3 dan seterusnya. “Saya minta PDAM bergadang untuk menguji dengan pemenuhan semua reservoir yang ada sehingga dipagi hari ada air mengalir ke rumah warga,” perintah Suwirta.

Terkait pendidikan, semua sarana prasarana pendidikan yang ada di Desa Batukandik, bahkan ada yang belum difinishing sejak tahun 2006. Pembatas atau pagar sekolah juga belum semuanya tuntas. Bupati Suwirta langsung menugaskan Dinas Pendidikan untuk menginvertarisir kembali permasalah di bidang pendidikan.

Yang tidak kalah penting soal kemiskinan. Ternyata banyak sekali warga Nusa Penida balik dari rantauan karena tidak sanggup bersaing. Mereka memikih pulang kampung dan ini menambah deretan warga miskin baru.

“Penuntasan kemiskinan hampir selesai tetapi mereka pulang dari rantauan akan menjadi keluarga miskin baru. Kami berharap para kadus bisa memberikan pemahaman agar tidak memisahkan bapak ibunya untuk dibuatkan kartu keluarga baru,” harap Bupati Suwirta.

Sejalan dengan kebijakan Bupati Suwirta dan Permendes Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, pengentasan kemiskinan bisa dilakukan oleh desa sendiri dengan menggunakan dana desa atau dana alokasi desa, seperti membantu bedah rumah, rehab rumah maupun pemberian sembako.

Sementara itu, Perbekel Desa Batukandik, Wayan Katon melaporkan Desa Batukandik terdiri dari delapan dusun, enambelas banjar adat dan tiga desa adat. Luas wilayah Desa Batukandik 203, 686 Ha, dengan ketinggian 399 dari permukaan laut dengan jumlah kepala keluarga (KK) 1.477 KK dengan jumlah penduduk 5.605 orang, RTM 574 KK.

“Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) 16 orang. Pendidikan TK /Paud 3, SD 5, SMP satap 2 ,” ujar Wayan Katon (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here