Rapat Dengan MUI, Bupati Buleleng Minta Tunda Kahadiran ‘SAJ’

0
840

Bupati Agus Suradnyana temui MUI Buleleng


BULELENG – Rencana kehadiran pendakwah kondang, Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau Syekh Ali Jaber pada acara yang digelar umat muslim di Masjid Agung Jami, mendapat perhatian khusus Bupati Buleleng dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Buleleng.Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan orang yang dapat memicu peningkatan penyebaran Covid-19 atau klaster baru pada kegiatan tablik tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menggelar rapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng dan panitia penyelanggara.

“Saya pribadi, mengapresisi dan antusias terhadap rencana kedatangan Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber di Buleleng,” tandas Bupati Suradnyana, Jumat (20/11/2020) usai memimpin rapat di Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Bupati Suradnyana juga mengapresiasi pesan moril yang senantiasa disampaikan Syekh Ali Jaber, pendakwah dan ulama yang terkenal sangat cinta NKRI.

“Namun sesuai instruksi yang dikeluarkan oleh Kapolri, melarang adanya kerumunan guna mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19, maka saya selaku kepala daerah, berdiskusi, memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan demi tetap tegaknya NKRI,” ungkapnya.

Kepada MUI dan penyelenggara kegiatan, juga diminta dengan setulus-tulusnya untuk menunda sementara waktu, kehadiran Syekh Ali Jaber.

“Ketika Pandemi Covid-19 dinyatakan selesai dan vaksin sudah berhasil disuntikan kepada seluruh masyarakat, tentu akan kita undang dan bila perlu dalam setahun 3 Ustadz pun tidak ada masalah untuk didatangkan,” tandas Suradnyana meyakinkan.

Menyikapi imbauan tersebut, Hidayat Achdar selaku ketua panitia mengungkapkan kegiatan yang digelar tidak hanya bermanfaat untuk pencerahan umat tapi juga membantu perekonomian di Kabupaten Buleleng

.”Dengan menghadirkan seorang ulama juga dapat mengendorse pariwisata di Kabupaten Buleleng,” tukasnya.

Namun, dengan adanya pertimbangan dari Bupati Buleleng, Wakil Bupati dan Forkompinda, tentu harus didengarkan dan wajib diperhatikan.

“Dengan pertimbangan pak Bupati, Wakil Bupati Buleleng serta Forkorpimda, dimana kondisi masih terjadi pandemi, maka kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman agama dan menjaga keutuhan NKRI tersebut ditunda,” tandas Achdar sembari menegaskan, mewakili umat muslim di Kabupaten Buleleng, pihaknya sangat memahami dan berkomitmen untuk bersama-sama membangun Buleleng.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here