Kunyit Bonbiu Rencana Dibudidaya Ulang

0
31
Perbekel Desa Saba Ketut Redhana.

GIANYAR – Di era 1980 – 1990-an, masyarakat Banjar Bonbiu, Desa Saba, Gianyar, menanam kunyit yang diberi nama bonbiu karena memiliki keistimewaan dibandingkan kunyit pada umumnya. Kini, tanaman tersebut tinggal nama dan rencana dibudidaya ulang.

Perbekel Desa Saba Ketut Redhana mengatakan di tahun itu, kunyit bonbiu banyak dicari oleh masyarakat karena memiliki warna pekat dan bagus untuk kesehatan. Biasanya, tanaman itu diolah menjadi loloh (jamu) maupun bumbu dapur.  “Dulunya, kunyit bonbiu ditanam di hampir seluruh area persawahan maupun halaman rumah warga. Kunyitnya pernah ditanam di luar Banjar Bonbiu tapi warna dan aromanya berbeda jauh. Itu karena pengaruh tanah dan hawanya,”ujarnya Kamis (19/11/2020).

Ketut Redhana berencana untuk kembali membudidayakan kunyit bonbiu. “Kami sedang mencari bibit di rumah-rumah warga untuk dibudidayakan kembali,”ungkap pensiunan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar ini. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here