Bupati Buleleng Tegaskan PEN ‘Ekstra Ordinary’

0
34
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat memberi jabwana atas pemadangan umum farkasi DPRD Buleleng

BULELENG – Momentum rapat paripurna DPRD Kabupaten Buleleng yang digelar Kamis (19/11/2020), tak hanya dimanfaatkan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk menjawab Pemandangan Umum Fraksi atau Gabungan Fraksi terhadap Ranperda APBD Buleleng Tahun 2021.

Pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna, juga ditegaskan tentang peluncuran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai salah satu kebijakan ‘Ekstra Ordinary’ pemerintah pusat.

“Maaf, ini perlu saya tegaskan bahwa program PEN ini merupakan kebijakan Ekstra Ordinary Menteri Keuangan sebagai percepatan pemulihan perekonomian yang terdampak Pandemi Covid-19,” tandas Bupati Suradnyana, saat menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi terhadap RAPBD Tahun 2021 di Gedung DPRD Buleleng.

Pinjaman dana PEN senilai Rp 571 Milyar, kata Bupati Suradnyana diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat serangkaian dengan pemulihan perekonomian ditengah Pandemi Covid-19. Selain mengacu regulasi, usulan juga diajukan berdasarkan Aspek Kesejahteraan Masyarakat dengan parameter Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan juga Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Karena kalau kita berbicara masalah keberhasilan suatu daerah, tidak bisa dilihat dari besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja, namun juga PDRB dan IPM,” tandasnya.

Suradnyana menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dilihat dari peningkatan PAD saja.”Kesejahteraan masyarakat juga tentunya menjadi tolok ukur, dengan parameter PDRB dan IPM,” tukasnya. Suradnyana mencontohkan, investasi hotel yang tidak hanya berpengaruh pada peningkatan PAD dari sisi aturan perpajakan yang ada, tapi juga peningkatan PDRB masyarakat Buleleng. Ada juga investasi yang hanya bisa meningkatkan PDRB, tapi tidak memberikan kontribusi terhadap PAD.

“Seperti, pembangunan rumah sakit dan stadion,” ungkapnya.

Dilihat dari segi PAD, dua kegiatan pembangunan ini tidak sangat berpengaruh terhadap PAD, namun bisa meningkatkan PDRB warga masyarakat.

“Itu (peningkatan PDRB,red) yang dibangun, agar berimplikasi terhadap kesejahteraan warga masyarakat,” jelasnya.

Pembangunan stadion, tidak berimplikasi pada PAD, namun dapat meningkatkan PDRB.

“Karena, masyarakat merasakan efeknya seperti dagang bergeliat karena penonton yang belanja meningkat. Itu yang dimaksud peningkatan PDRB,” terangnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here