Dibadik Mudrayasa, Tangkas Tewas Bersimbah Darah

0
248


BULELENG – Lantaran terkena sabetan badik (senjata tajam,red) yang dihujamkan oleh Ketut Mudrayasa (38) beralamat Banjar Dinas Kubu Anyar Desa/Kecamatan Kubutambahan, Gede Mertayasa alias Tangkas (38) juga beralamat di Banjar Dinas Kubuanyar, tewas bersimbah darah. Setelah membadik korban, Mudrayasa yang sehari-harinya berkerja sebagai nelayan, langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Kubutambahan. Sementara korban yang terluka robek pada bagian dada, perut dan kedua tangan, dilarikan ke IGD RSUD Buleleng.

“Saat ini jenasah korban masih di IGD RSUD Buleleng untuk menjalani pemeriksaan medis,” ungkap Kasubaghumas Polres Buleleng, Iptu I Gede Sumarjaya, Senin (16/11/2020) usai memantau evakuasi korban.

Dari hasil penyelidikan awal, kata mantan Kanisreskrim Polsek Kubutambahan ini, peristiwa penganiayaan ini terjadi hari Senin (16/11/2020) Pukul 17.30 Wita dirumah terduga pelaku, di Banjar Dinas Kubuanyar Desa/ Kecamatan Kubutambahan.

“Berawal dari korban mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan permasalahan antara pelaku dengan adik korban. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), korban diserang pelaku dengan menggunakan badik (tah),” ungkapnya.

Akibatknya, korban mengalami luka robek pada bagian dada, perut dan kedua tangan.

“Korban yang terluka cukup parah dan tersungkur ke lantai sempat dilarikan ke RSUD Buleleng,” tandas Sumarjaya seraya menyebutkan petugas medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.


Sementara terduga pelaku berinisial KM (38), menurut Sumarjaya, langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Kubutambahan.

“Selain mengamankan terduga pelaku, penyidik Unit Reskrim Polsek Kubutambahan juga telah mengamankan sebilah badik (senjata tajam,red) yang diduga digunakan terduga pelaku untuk menyerang dan melukai korban pada bagian dada, perut dan kedua tangan, hingga menyebabkan korban mengalami kematian,” urainya.

Selain mengamankan terduga pelaku dan sebilah badik sebagai barang bukti, penyidik Unit Reskrim Polsek Kubutambahan juag telah memintakan visum et repertum sekaligus otopsi terhadap jenasah korban.

“Hal ini dilakukan untuk melengkapi proses hukum terhadap kasus penganiayaan ini,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here