Dewan Sepakati Hutang PEN Setelah Alot Dibahas di Rapat Gabungan

0
178
Bupati I Nyoman Suwirta mengikuti rapat gabungan dengan anggota DPRD Klungkung, salah satunya membahas rencana melakukan pinjaman daerah

KLUNGKUNG- Rencana Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dibahas alot dalam rapat gabungan antara Bupati Suwirta bersama jajaran dengan anggota dewan, Selasa (10/11).  Rapat gabungan dipimpin Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom.
 
Awalnya Ketua Fraksi Golkar I Wayan Merdana yang menyorot peruntukan pinjaman PEN tersebut. Merdana meyampaikan, pada prinsipnya Fraksi Golkar mendukung rencana pinjaman itu, karena tanpa bunga. “Tapi peruntukannya sebagaimana dijelaskan saudara bupati untuk rumah sakit, PDAM dan infrastruktur, apakah langsung dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, semisal berkembangnya UMKM,” tanya Merdana. Salah seorang anggota Fraksi Nasdem, Wayan Mudayana juga sempat menyorot rencana bupati tersebut. Mudayana lebih menekankan kurangnya koordinasi pihak eksekutif dengan lembaga dewan terkait rencana tersebut.
 
“Sebelum diajukan ke Kementerian Keuangan, sebaiknya dikoordinasikan dulu dengan DPRD,” kata Mudayana. Setali tiga uang, Ketua Fraksi PDIP Sang Nyoman Putrayasa juga sempat mempersoalkan pinjaman PEN dimaksud. Sang Nyoman Putrayasa, politisi asal Desa Nyalian ini tidak setuju kalau pinjaman PEN salah satunya diberikan kepada PDAM. “Tujuannya sudah jelas diatur, salah satunya untuk mendukung bangkit perekonomian. Saya lihat pelayanan PDAM belum menunjukkan mendukung bangkitnya perekonomian masyarakat. Belum pernah ada PDAM memberikan sambungan gratis kepada warga miskin yang terdampak Covid-19, karena itulah saya tidak setuju pinjaman PEN salah satunya diberikan kepada PDAM,” tegas Sang Nyoman Putrayasa.
 
Ketua Fraksi Gerindra Komang Suantara bersama salah seorang anggotanya Anak Agung Gde Sayang Suparta, pada prinsipnya mendukung rencana pinjaman PEN, tapi keduanya minta, peruntukannya agar benar-benar untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. “Saya sepakat dengan pinjaman PEN, bupati silakan berproses. Tapi PDAM mohon untuk peningkatan pelayanan,” tandas Sayang Suparta.
 
Bupati I Nyoman Suwirta akhirnya menjelaskan secara detail sial rencana pinjaman PEN. Suwirta menyampaikan, awalnya dia susah mengajak bawahannya untuk berhutang. “Di birokrasi saya mengajak berhutang agak susah. Kenapa saya mengajarkan mereka berhutang (pinjaman PEN), bunganya nol persen. Sekarang tidak mungkin kita menuntut pelayanan maksimal dari PDAM. Karena hibah tidak ada, cash flownya tidak beres. Pelayanan PDAM sangat berhubungan dengan penuntasan Covid-19,” terang Bupati I Nyoman Suwirta. Ia mencontohkan, bagaimana air di Klungkung tercemar e-coli. “Bagaimana menumbuhkan generasi yang sehat karena airnya mengandung bakteri. Karena itu saya sangat yakin, jika dengan pinjaman PEN untuk PDAM, PDAM bisa merealisasikan 100 persen air bersih. Kalau itu sudah bisa terwujud, saya yakin PDAM akan untung,” jelas orang nomor satu di Pemkab Klungkung ini.
 
Suwirta juga mengatakan, kesempatan ini (pinjaman lunak tanpa bunga) tidak datang untuk kedua kalinya. Setelah dijelaskan secara gamblang semua fraksi akhirnya mendukung rencana pinjaman daerah tersebut. Sebagaimana pandangan fraksi-fraksi di DPRD Klungkung, Bupati Suwirta berencana melakukan pinjaman daerah sebesar Rp 144 miliar. Dana itu diperuntukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan, pembanunan jaringan air di Nusa Penida dan pembangunan infrastruktur jalan di Nusa Penida. (yan/*)       

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here