Dana-Dipa Gedor Basis Golkar di Desa Pasedahan

0
181
Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster saat mendampingi Dana-Dipa Berkampanye di Desa Pasedahan, Manggis, Minggu (8/11/2020)

KARANGASEM—Pilkada Karangasem sudah semakin dekat, konstelasi politik di Gumi Tanah Aron juga terus berdinamika.

Dinamika politik di Karangasem terlihat saat pasangancalon nomor urut 1, I Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa mengadakan kampanye dialogis di Desa Pasedahan, Kecamatan Manggis, Minggu (8/11/2020).

Masyarakat dan tokoh masyarakat Pasedahan sangat antusias menyambut pasangan calon dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali itu. Padahal Desa Pasedahan sendiri merupakan basis Golkar, selama ini partai moncong putih sangat sulit untuk bisa melakukan aktivitas politik di desa setempat.

Kampanye dialogis Dana-Dipa di kampung ternak ayak petelor itu, diprakarsai tokoh masyarakat sekaligus pengusaha sukses I Nengah Rusnawan, itu dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster, Ketua Tim Pemenangan I Gusti Alit Kesuma Kalakan, Ketua Tim Inpenden Pemenangan Dana-Dipa, I Nengah Swadi dan beberapa pengurus partai lainnya.

Turun dari mobil, Koster dan Dana-Dipa langsung disambut pekikan yel- yel Dana-Dipa menang dengan mengacungkan jari telunjuk keatas menandakan salam satu jalur.

Nengah Rusmawan selaku pemrakarsa kegiatan itu, dalam penghantarnya mengatakan, kampanye dialogis itu dihadiri tokoh masyarakat Pasedahan, seperti bendesa dan prajuru adat Pasedahan, prajuru dadia, prajuru peguyuban pemangku, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

“Sekarang kami baru merasa plong karena Pak Wayan Koster sudah datang dalam kegiatan ini. Kami siap memenangkan Dana-Dipa pada 9 Desember nanti,” ucap Rusnawan sambut dengan pekikan salam satu jalur dari para tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Rusnawan mengatakan, Karangasem membutuhkan pemimpin yang cerdas dan paham dalam menata kelola pemerintahan.

“Bila Dana-Dipa satu jalur, kami juga satu jalur sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Masyarakat kami (Pasedahan) sudah mulai terbuka untuk mewujudkan perubahan pembangunan di Karangasem dan siap untuk mewuujudkan perubahan itu pada 9 Desember nanti,” ucapnya.

Dipihak lain, Ketua DPD PDI Perjuangan I Wayan Koster mengaku sangat terharu dengan suasana semarak dan mulai munculnya perubahan suasana di Desa Pasedahan.

“Saya harapkan tidak hanya Desa Pasedahan yang berubah, kecamatan Manggis dan Karangasem secara keseluruhan juga bisa berubah pada 9 Desember nanti,” ucap Koster.

Pada kesempatan itu, Koster mengatakan, pembangunan di Kabupaten Karangasem jauh tertinggal dengan kabupaten lainnya di Bali. Hal ini dikarenakan wilayah yang memiliki potensi sangat bagus itu belum tergarap maksimal.Karangasem memiliki potensi yang sangat bagus, untuk membangun semua itu, kata Koster perlu pemimpin yang memiliki niat baik,punya integritas moral yang baik.

“Kalau tidak seperti ini pemimpinnya, saya yakini Karangasem akan terus mengalami kemunduran. Karangasem ini gumi tenget, perlu pemimpin yang lascarya ngayah untuk masyarakat,” tegasnya.

Koster mengajak, semua tokoh masyarakat yang hadir dalam kampanye tersebut saling bahu membahu memenangkan Dana-Dipa demi terwujudnya Karangasem era baru.

“Gede Dana orangnya sangat sederhana, tidak memiliki usaha bisnis. Dia tulus ngayah untuk membangun Karangasem,” tegasnya.

Sebelumya, dihadapan tokoh masyarakat, Gede Dana memaparkan lima program unggulan yang akan diprioritaskan apabila dia terpilih menjadi bupati.

Lima program unggulan itu, meliputi bidang pangan, sandang dan papan, pendidikan kesehatan, tenaga kerja dan sosial, adat budaya dan agama, pengembangan pariwisata dan insfrastruktur.

“Astungkara terpilih, saya bersama Bapak Wayan Artha Dipa akan focus bekerja dengan niat tulus dan lurus sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang didalamnya mengandung muatan sekala dan niskala,” pungkas Gede Dana.

Usai kampanye di Desa Pasedahan, Koster bersama Gede Dana langsung meninjau kerajinan tenun di Desa Tenganan Pegringsingan. (wat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here