HIV/AIDS di Gianyar Bertambah 77 Kasus, Puluhan Pasien Takut ke Rumah Sakit

0
70
ilustrasi

GIANYAR – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gianyar mencatat secara kumulatif kasus HIV/AIDS selama periode Januari-Agustus 2020 mencapai 1.727 kasus.

Sekretaris KPA Gianyar AA Gde Agung Suardana menyebutkan  adanya penambahan 77 kasus HIV/AIDS. Namun, penambahannya jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2019 yaitu 170 kasus.

Permasalahannya saat ini, ada sekitar 50-an warga Gianyar yang terinfeksi HIV/AIDS putus pengobatan. “Alasan mereka takut datang ke rumah sakit menjalani test karena Covid-19. Selain itu, pelayanan puskesmas maupun rumah sakit juga sempat tutup karena pendemi,”ujar AA Gde Agung Suardana, Rabu (4/11/2020).

Ia menegaskan, putus pengobatan akan berdampak aktifnya kembali virus HIV dalam tubuh sehingga mempengaruhi sistem imun dan dipastikan berbahaya apabila kondisi sampai drop. Pihaknya sudah menghubungi puluhan warga tersebut tapi mereka tetap menolak datang ke rumah sakit. “Pengambilan obat juga harus datang ke rumah sakit karena wajib menjalani pemeriksaan terlebih dahulu,”ungkapnya.

Bagaimana dengan layanan “jemput bola” ?  Suardana mengaku masih berkoordinasi dengan KPA Provinsi Bali. “Ini sedang dalam pembahasan di provinsi terkait seperti apa teknisnya karena dalam kasus HIV/AIDS harus merahasiakan identitas pasien,”tandasnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here