Sebut Desa Adat Gelgel Pengecut, Pemilik Akun Kadek Sukerjana Dipolisikan

0
1353
Sejumlah prajuru Adat Gelgel, Kecamatan Klungkung saat bertemu dengan Kapolsek Klungkung Kompol I Nyoman Suparta. (Foto ist)

KLUNGKUNG-Prajuru Desa Adat Gelgel, Kecamatan Klungkung terpaksa melaporkan pemilik akun facebook bernama Kadek Sukerjana ke Polsek Klungkung. Sebab, pemilik akun diduga mencemarkan nama baik Desa Adat Gelgel dengan cara membuat komentar di medsos, mengatakam Desa Adat Gelgel Pengecut.

Unggahan itu membuat reaksi keras warga Desa Adat Gelgel. Penyarikan Desa Adat Gelgel Gede Eka Semaya Putra menjelaskan, kasus ini bermula dari adanya postingan status seorang warga yang dikomentari oleh Kadek S. Namun komentar Kadek S tersebut memancing emosi warga Desa Adat Gelgel, karena menyebut Desa Adat Gelgel pengecut.

” Dengan postingan itu kami khawatir warga tersinggung dan jadi anarkis, kami segera menggelar paruman dan hasil paruman sepakat menempuh proses hukum,” jelasnya, Kamis (29/10/2020).

Gede Eka Semaya Putra juga menjelaskan, sebelumnya Kadek S merupakan warga di Desa Adat Gelgel. Namun karena yang bersangkutan tidak mau mengikuti aturan di desa adat, yang bersangkutan sempat dikenai sanksi kesepekang alias tidak diijinkan menggunakan fasilitas desa adat selama belum mau mengikuti aturan desa adat.

” Kami dari desa sebenarnya memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan, untuk memenuhi kewajibannya sebagai warga adat dengan mengikuti dewa saksi. Dewa saksi diadakan 28 Desember 2016, agar warga taat kekeputusan dan awig-awig desa adat. Hanya saja yang bersangkutan tidak datang. Bahkan diberikan kesempatan sampai tiga bulan pun, juga tidak ada itikad baik untuk datang,” jelas Gede Eka Semaya Putra seraya menyampaikan akhirnya desa adat mengenakan sanksi kanorayang.

Kadek Sukerjana dikonfirmasi wartawan, menyarankan wartawan untuk konfirmasi ke pihak polisi.

Sementara Kapolsek Klungkung Kompol I Nyoman Suparta menyampaikan, laporan dari prajuru Adat Gelgel tmasih bersifat pengaduan masyarakat. Pihaknya menindak lanjuti dengan mengadakan penyelidikan, meneliti barang bukti, meminta keterangan sejumlah pihak terkait.

” Kami masih lidik pengaduan masyarakat tersebut,” jelas Suparta. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here